KAMPANYE CAWA LAMPUNG

Dewan Pimpinan Pusat Persaudaraan Masyarakat Lampung (PERMALA) mengajak  kepada masyarakat lampung untuk memberikan dukungan dalam  rangka melestarikan bahasa lampung. Dengan tema “WAJIB CAWA LAMPUNG” untuk memberikan dukungan silahkan isi formulir dibawah ini :

yang sudah memberikan dukuang bisa dilihat   DIJA

Contac person : Hendrawan Telp 0721 3522001 HP : 0812 79520001

Dimohon untuk memberikan identitas jelas, dari para pendukung akan diundang untuk memberikan langsung dukuangan kepada pemerintah daerah Lampung

 Terima kasih

Nama
Alamat
No. Telp/HP
Isi Dukungan
Photo
Email address
Verifikasi Kode
Please enter the text from the image:
[ ulangi ] [ Apa ini? ]

Sunday, April 25, 2010

Jembatan Selat Sunda Berharap Peranan Investor Lokal dan Asing

Jembatan Selat Sunda Berharap Peranan Investor Lokal dan Asing ; Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengharapkan investor lokal dan asing dapat ikut serta dalam pembangunan Jembatan Selat Sunda yang akan menghubungkan antara Pulau Jawa dengan Sumatra. Hal tersebut disampaikan Atut kepada wartawan dalam keterangan pers di sela-sela pelaksanaan Rapat Kerja Nasional di Istana Tampak Siring, Bali, Selasa malam.

"Biaya pembangunan sebesar Rp100 triliun diharapkan bisa dipenuhi oleh investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri," katanya.


Ia menjelaskan pemerintah pusat telah memasukkan pembangunan jembatan yang diperkirakan selesai secara fisik pada tahun 2023 tersebut menjadi pembangunan infrastruktur prioritas yang ada dalam rencana pembangunan jangka menengah dan rencana pembangunan jangka panjang.

"Saat menerima kajian pra-kelayakan dari mitra kami, kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman persiapan pembangunan antara Banten dan Lampung," tuturnya.

Ia mengatakan dukungan juga datang dari pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung dan DPRD Banten serta lembaga kerja sama DPRD se-Sumatra.

Ratu Atut Chosiyah menjelaskan bahwa pembangunan jembatan sepanjang 30 km dengan dana Rp100 triliun dioperasikan secara fisik mulai 10 tahun hingga 12 tahun sejak pencanangan konstruksi. "Bila 2010 bisa dimulai, 2012 pencanangan konstruksi, 2023 bisa dimanfaatkan," katanya.

Sebelumnya, saat pembukaan Asian Pacifik Infrastructure Ministerial Meeting, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak investor untuk berinvestasi dalam pembangunan jembatan tersebut. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai pembangunan Jembatan Selat Sunda akan berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi di Asia.

"Mengingat pentingnya partisipasi pihak swasta dalam proyek jembatan ini, pemerintah Indonesia telah menawarkan proyek pembangunannya pada buku `Public Private Partnership: Infrastructure Projects in Indonesia 2010-2014`," kata Presiden.

Jembatan Selat Sunda, kata Presiden, selain menghubungkan dua pulau dengan total populasi penduduk terbesar di Indonesia, juga dapat meningkatkan konektivitas sesama negara di Asia. (sumber Antara)

Setekhusne

Saturday, October 3, 2009

Nama-Nama Gubernur Lampung

Gubernur lampung yang pertama tahun 1964 adalah Kuno Danu Poyo , lampung telah memilik gubernur sendiri setelah memisahkan diri dari palembang sebanyak 11 periode inilah nama-nama gubernur yang sudah memimpin Provinsi Lampung

Daftar Gubernur Lampung

1. Kusno Danupoyo 1964 - 1966
2. Zainal Abidin Pagaralam 1966 - 1973
3. R. Sutiyoso 1973 - 1978
4. Yasir Hadibroto 1978 - 1988
5. Kolo Poedjono Pranyoto 1988 -1993
6. Kolo Poedjono Pranyoto 1993 1998
7. Oemarsono 1998 5/2003
8. Tursandi Alwi 5/02/2003 2/06/2004 Pejabat Gubernur
9. Sjachroedin Z.P 2/06/2004 2008
10. Syamsurya Ryacudu 2/07/2008 02/06/2009
10. Sjachroedin Z.P 2/07/2008 sekarang







Setekhusne

Wilayah Marga-marga Lampung

Marga atau disebut dengan kebuaian merupakan sebuah kerajan kerajan kecil yang sudah dari jaman dahulu menurut cerita dari para penyimbang pembagian marga-marga dilampung pertama kali di bagi oleh Umpu Bejalan di Way,pembagian marga-marga ini berdsarkan gaya bahasa dan kebiasaan masyarakat setempat

A. Wilayah Kekuasaan Paksi Pak Sekala Brak:
Way Selalau
Way Belunguh
Way Kenali
Way Kamal
Way Kandang Besi
Way Semuong
Way Sukau
Way Ranau
Way Liwa
Way Krui
Way Semaka
Way Tutung
Way Jelai
Way Benawang
Way Ngarip
Way Wonosobo
Way Ilahan
Way Kawor Gading
Way Haru
Way Tanjung Kejang
Way Tanjung Setia

B. Wilayah Kekuasaan Melinting:

Way Meringgai
Way Kalianda
Way Harong
Way Palas
Way Jabung
Way Tulung Pasik
Way Jepara
Way Kambas
Way Ketapang
Way Limau
Way Badak
Way Pertiwi
Way Putih Doh
Way Kedondong
Way Bandar Pasir
Way Punduh
Way Pidada
Way Batu Regak
Way Berak
Way Kelumbayan
Way Peniangan

C. Wilayah Kekuasaan Pubiyan Telu Suku:

Way Pubiyan
Way Tebu
Way Ratai
Way Seputih
Way Balau
Way Penindingan
Way Semah
Way Salak Berak
Way Kupang Teba
Way Bulok
Way Latayan
Way Waya
Way Samang
Way Layap
Way Pengubuan
Way Sungi Sengok
Way Peraduan
Way Batu Betangkup
Way Selom
Way Heni.
Way Naningan

D. Wilayah Kekuasaan Sungkay Bunga Mayang:
Way Sungkay
Way Malinai
Way Tapus
Way Tapus
Way Ulok Buntok
Way Tapal Badak
Way Kujau
Way Surang
Way Kistang
Way Raman Gunung
Way Rantau Tijang
Way Tulung Selasih
Way Tulung Biuk
Way Tulung Maus
Way Tulung Cercah
Way Tulung Hinduk
Way Tulung Mengundang
Way Kubu Hitu
Way Pengacaran
Way Cercah
Way Pematang Hening

E. Wilayah Kekuasaan Buay Lima Way Kanan:
Way Umpu
Way Besay
Way Jelabat
Way Sunsang
Way Putih Kanan
Way Pengubuan Kanan
Way Giham
Way Petay
Way Hitam
Way Dingin
Way Napalan
Way Gilas
Way Bujuk
Way Tuba
Way Baru
Way Tenong
Way Kistang
Way Panting Kelikik
Way Kabau
Way Kelom
Way Peti

F. Wilayah Kekuasaan Abung Siwo Mego:
Way Abung
Way Melan
Way Sesau
Way Kunyaian
Way Sabu
Way Kulur
Way Kumpa
Way Bangik
Way Babak
Way Tulung Balak
Way Galing
Way Cepus
Way Muara Toping
Way Terusan Nunyai
Way Pematang Hening
Way Banyu Urip
Way Candi Sungi
Way Tulung Biuk
Way Tulung Pius
Way Umban
Way Guring

G. Wilayah Kekuasaan Mego Pak Tulang Bawang:

Way Rarem
Way Gedong Aji
Way Penumangan
Way Panaragan
Way Kibang
Way Ujung Gunung
Way Nunyik
Way Lebuh Dalom
Way Gunung Tukang
Way Pagar Dewa
Way Rawa Panjang
Way Rawa Cokor
Way Tulung Belida
Way Karta
Way Gunung Katun
Way Malai
Way Krisi

Setekhusne

Friday, October 2, 2009

Mitos Gempa di Tanah Minang

Gempa berkekuatan besar bukan kali ini saja mengguncang Sumatera Barat. Meskipun demikian, dampak kerusakan dan korban jiwa gempa 7,6 SR pada Rabu (30-9) pukul 17.16 WIB adalah yang paling besar.
Sebelumnya, pada 12 September 2007, Sumatera Barat juga dihantam gempa 8,4 SR, dan pada 6 Maret 2007 dengan 6,3 SR. Provinsi berjuluk Ranah Minang ini termasuk yang paling sering diguncang gempa dahsyat dalam dua tahun terakhir

Mengapa bencana sering melanda Sumatera Barat, yang selalu dirindukan warganya di perantauan. Mengapa Minangkabau, "Kampuang nun jauah di mato, gunuang sansai baku liliang, takana jo kawan-kawan nan lamo, sangkek basuliang suliang".

Kalimat-kalimat itu menunjukkan warga Minang yang sering disebut urang awak selalu terkenang kampungnya meski jauh di mata. Dengan keelokan dan keindahan alam serta persaudaraannya, warga Minang selalu rindu untuk pulang kampung yang selalu syahdu dengan tiupan sulingnya.

Lalu, dalam alenia ketiga lagu Kampuang Nun Jauah Di Mato itu disebutkan, "Takana jo kampuang, induk ayah adik sadonyo, raso mangimbau ngimbau den pulang, den takana jo kampuang".

Melalui kata-kata itu, warga Minang juga menyatakan kerinduannya dengan kampung halaman yang selalu dikenang meski jauh di mata. Namun, tanpa disangka-sangka, Kota Padang dan wilayah lain di Sumatera diguncang gempa dahsyat. Masihkah Ranah Minang elok dan layak dirindukan?

Setekhusne

Cari Artikel seputar Budaya Lampung

untuk memudahkan pencarian artikel silahkan anda ketik judul artikel/tulisan yang anda carai disini
Custom Search