<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094</id><updated>2011-07-28T08:08:45.361-07:00</updated><category term='Aliansi Jurnalis Independen'/><category term='lagu lampung'/><category term='marga-marga lampung'/><category term='jembatan selat sunda'/><category term='analisa politik calon independen'/><category term='gempa padang'/><category term='WAWANCAN NGEPUBETIK SANAK'/><category term='persyaratan independen'/><category term='Semangat Aji Mumpung'/><category term='GAJI ANGGOTA DEWAN'/><category term='Selat Sunda'/><category term='CALON INDEPENDEN'/><category term='capres'/><category term='barinndo'/><category term='CALON bupati INDEPENDEN'/><category term='budaya lampung'/><category term='Nama-Nama Gubernur Lampung'/><category term='penghasilan dewan'/><category term='anggota Dewan'/><category term='wawancan'/><category term='ASAL USUL ORANG LAMPUNG'/><category term='artikel politik'/><category term='sastra lampung'/><category term='Harapan Baru Rakyat'/><category term='politik'/><category term='DIALEK BAHASA LAMPUNG'/><category term='Adok Atau Gelar Masyarakat Lampung'/><category term='BAHASA LAMPUNG'/><category term='perairan selat sunda'/><category term='partai karya perjuangan'/><category term='Gelombang perairan Lampung'/><category term='Indonesia Mini'/><category term='sistem kebudayaan masyarakat Lampung'/><category term='sistem hukum Indonesia'/><category term='cawa lampung'/><category term='WAWANCAN ANGKAT NAMA.'/><category term='Frofil LAMPUNG'/><category term='Wilayah Marga-marga Lampung'/><category term='WACIB CAWA LAMPUNG'/><category term='WAWANCAN  SANAK BUKECAH'/><category term='Sifat-sifat Orang Lampung'/><category term='perairan timur Lampung'/><category term='legeslatif'/><category term='Mitos Gempa di Tanah Minang'/><category term='pakarpangan'/><category term='ormas'/><category term='Lampung Indonesia MINI'/><category term='Indonesia negara demokratis'/><title type='text'>PERSAUDARAAN MASYARAKAT LAMPUNG</title><subtitle type='html'>MAK KHAM SAPA LAGI MAK GANTA KAPAN LAGI</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://permala.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>35</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-1454624306011458270</id><published>2010-04-25T20:02:00.000-07:00</published><updated>2010-04-25T20:07:14.665-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jembatan selat sunda'/><title type='text'>Jembatan Selat Sunda Berharap Peranan Investor Lokal dan Asing</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/S9UC40djrlI/AAAAAAAAAGU/DBK5af6ULoM/s1600/Jembatan+Selat+Sunda+Berharap+Peranan+Investor+Lokal+dan+Asing.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 150px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/S9UC40djrlI/AAAAAAAAAGU/DBK5af6ULoM/s320/Jembatan+Selat+Sunda+Berharap+Peranan+Investor+Lokal+dan+Asing.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5464276898062511698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jembatan Selat Sunda Berharap Peranan Investor Lokal dan Asing&lt;/span&gt; ; Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengharapkan investor lokal dan asing dapat ikut serta dalam pembangunan Jembatan Selat Sunda yang akan menghubungkan antara Pulau Jawa dengan Sumatra. Hal tersebut disampaikan Atut kepada wartawan dalam keterangan pers di sela-sela pelaksanaan Rapat Kerja Nasional di Istana Tampak Siring, Bali, Selasa malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biaya pembangunan sebesar Rp100 triliun diharapkan bisa dipenuhi oleh investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri," katanya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan pemerintah pusat telah memasukkan pembangunan jembatan yang diperkirakan selesai secara fisik pada tahun 2023 tersebut menjadi pembangunan infrastruktur prioritas yang ada dalam rencana pembangunan jangka menengah dan rencana pembangunan jangka panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat menerima kajian pra-kelayakan dari mitra kami, kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan nota kesepahaman persiapan pembangunan antara Banten dan Lampung," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan dukungan juga datang dari pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung dan DPRD Banten serta lembaga kerja sama DPRD se-Sumatra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratu Atut Chosiyah menjelaskan bahwa pembangunan jembatan sepanjang 30 km dengan dana Rp100 triliun dioperasikan secara fisik mulai 10 tahun hingga 12 tahun sejak pencanangan konstruksi. "Bila 2010 bisa dimulai, 2012 pencanangan konstruksi, 2023 bisa dimanfaatkan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, saat pembukaan Asian Pacifik Infrastructure Ministerial Meeting, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak investor untuk berinvestasi dalam pembangunan jembatan tersebut. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai pembangunan Jembatan Selat Sunda akan berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi di Asia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengingat pentingnya partisipasi pihak swasta dalam proyek jembatan ini, pemerintah Indonesia telah menawarkan proyek pembangunannya pada buku `Public Private Partnership: Infrastructure Projects in Indonesia 2010-2014`," kata Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jembatan Selat Sunda, kata Presiden, selain menghubungkan dua pulau dengan total populasi penduduk terbesar di Indonesia, juga dapat meningkatkan konektivitas sesama negara di Asia. (sumber Antara)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-1454624306011458270?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.antara.co.id/berita/1271780036/investor-asing-diharapkan-danai-jembatan-selat-sunda' title='Jembatan Selat Sunda Berharap Peranan Investor Lokal dan Asing'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/1454624306011458270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/1454624306011458270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2010/04/jembatan-selat-sunda-berharap-peranan.html' title='Jembatan Selat Sunda Berharap Peranan Investor Lokal dan Asing'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/S9UC40djrlI/AAAAAAAAAGU/DBK5af6ULoM/s72-c/Jembatan+Selat+Sunda+Berharap+Peranan+Investor+Lokal+dan+Asing.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-4406565668531920113</id><published>2009-10-03T23:38:00.000-07:00</published><updated>2009-10-04T00:42:22.361-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nama-Nama Gubernur Lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Frofil LAMPUNG'/><title type='text'>Nama-Nama Gubernur Lampung</title><content type='html'>Gubernur lampung yang pertama tahun 1964 adalah Kuno Danu Poyo , lampung telah memilik gubernur sendiri setelah memisahkan diri dari palembang sebanyak 11 periode inilah nama-nama gubernur yang sudah memimpin Provinsi Lampung&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Daftar Gubernur Lampung&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kusno Danupoyo                   1964 - 1966&lt;br /&gt;2. Zainal Abidin Pagaralam      1966 - 1973&lt;br /&gt;3. R. Sutiyoso                             1973 - 1978&lt;br /&gt;4. Yasir Hadibroto                     1978 - 1988&lt;br /&gt;5. Kolo Poedjono Pranyoto       1988 -1993&lt;br /&gt;6. Kolo Poedjono Pranyoto       1993 1998&lt;br /&gt;7. Oemarsono                           1998 5/2003&lt;br /&gt;8. Tursandi Alwi                    5/02/2003 2/06/2004  Pejabat Gubernur&lt;br /&gt;9. Sjachroedin Z.P                   2/06/2004 2008&lt;br /&gt;10. Syamsurya Ryacudu      2/07/2008 02/06/2009&lt;br /&gt;10. Sjachroedin Z.P               2/07/2008 sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-4406565668531920113?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/4406565668531920113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/4406565668531920113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/10/nama-nama-gubernur-lampung.html' title='Nama-Nama Gubernur Lampung'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-3264025241581010557</id><published>2009-10-03T23:04:00.000-07:00</published><updated>2009-10-03T23:33:05.063-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='marga-marga lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wilayah Marga-marga Lampung'/><title type='text'>Wilayah Marga-marga Lampung</title><content type='html'>Marga atau disebut dengan kebuaian merupakan sebuah kerajan kerajan kecil yang sudah dari jaman dahulu menurut cerita dari para penyimbang pembagian marga-marga dilampung pertama kali di bagi oleh Umpu Bejalan di Way,pembagian marga-marga ini berdsarkan gaya bahasa dan kebiasaan masyarakat setempat&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A. Wilayah Kekuasaan Paksi Pak Sekala Brak:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Way Selalau&lt;br /&gt;Way Belunguh&lt;br /&gt;Way Kenali&lt;br /&gt;Way Kamal&lt;br /&gt;Way Kandang Besi&lt;br /&gt;Way Semuong&lt;br /&gt;Way Sukau&lt;br /&gt;Way Ranau&lt;br /&gt;Way Liwa&lt;br /&gt;Way Krui&lt;br /&gt;Way Semaka&lt;br /&gt;Way Tutung&lt;br /&gt;Way Jelai&lt;br /&gt;Way Benawang&lt;br /&gt;Way Ngarip&lt;br /&gt;Way Wonosobo&lt;br /&gt;Way Ilahan&lt;br /&gt;Way Kawor Gading&lt;br /&gt;Way Haru&lt;br /&gt;Way Tanjung Kejang&lt;br /&gt;Way Tanjung Setia&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;B. Wilayah Kekuasaan Melinting:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Way Meringgai&lt;br /&gt;Way Kalianda&lt;br /&gt;Way Harong&lt;br /&gt;Way Palas&lt;br /&gt;Way Jabung&lt;br /&gt;Way Tulung Pasik&lt;br /&gt;Way Jepara&lt;br /&gt;Way Kambas&lt;br /&gt;Way Ketapang&lt;br /&gt;Way Limau&lt;br /&gt;Way Badak&lt;br /&gt;Way Pertiwi&lt;br /&gt;Way Putih Doh&lt;br /&gt;Way Kedondong&lt;br /&gt;Way Bandar Pasir&lt;br /&gt;Way Punduh&lt;br /&gt;Way Pidada&lt;br /&gt;Way Batu Regak&lt;br /&gt;Way Berak&lt;br /&gt;Way Kelumbayan&lt;br /&gt;Way Peniangan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;C. Wilayah Kekuasaan Pubiyan Telu Suku:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Way Pubiyan&lt;br /&gt;Way Tebu&lt;br /&gt;Way Ratai&lt;br /&gt;Way Seputih&lt;br /&gt;Way Balau&lt;br /&gt;Way Penindingan&lt;br /&gt;Way Semah&lt;br /&gt;Way Salak Berak&lt;br /&gt;Way Kupang Teba&lt;br /&gt;Way Bulok&lt;br /&gt;Way Latayan&lt;br /&gt;Way Waya&lt;br /&gt;Way Samang&lt;br /&gt;Way Layap&lt;br /&gt;Way Pengubuan&lt;br /&gt;Way Sungi Sengok&lt;br /&gt;Way Peraduan&lt;br /&gt;Way Batu Betangkup&lt;br /&gt;Way Selom&lt;br /&gt;Way Heni.&lt;br /&gt;Way Naningan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;D. Wilayah Kekuasaan Sungkay Bunga Mayang:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Way Sungkay&lt;br /&gt;Way Malinai&lt;br /&gt;Way Tapus&lt;br /&gt;Way Tapus&lt;br /&gt;Way Ulok Buntok&lt;br /&gt;Way Tapal Badak&lt;br /&gt;Way Kujau&lt;br /&gt;Way Surang&lt;br /&gt;Way Kistang&lt;br /&gt;Way Raman Gunung&lt;br /&gt;Way Rantau Tijang&lt;br /&gt;Way Tulung Selasih&lt;br /&gt;Way Tulung Biuk&lt;br /&gt;Way Tulung Maus&lt;br /&gt;Way Tulung Cercah&lt;br /&gt;Way Tulung Hinduk&lt;br /&gt;Way Tulung Mengundang&lt;br /&gt;Way Kubu Hitu&lt;br /&gt;Way Pengacaran&lt;br /&gt;Way Cercah&lt;br /&gt;Way Pematang Hening&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;E. Wilayah Kekuasaan Buay Lima Way Kanan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Way Umpu&lt;br /&gt;Way Besay&lt;br /&gt;Way Jelabat&lt;br /&gt;Way Sunsang&lt;br /&gt;Way Putih Kanan&lt;br /&gt;Way Pengubuan Kanan&lt;br /&gt;Way Giham&lt;br /&gt;Way Petay&lt;br /&gt;Way Hitam&lt;br /&gt;Way Dingin&lt;br /&gt;Way Napalan&lt;br /&gt;Way Gilas&lt;br /&gt;Way Bujuk&lt;br /&gt;Way Tuba&lt;br /&gt;Way Baru&lt;br /&gt;Way Tenong&lt;br /&gt;Way Kistang&lt;br /&gt;Way Panting Kelikik&lt;br /&gt;Way Kabau&lt;br /&gt;Way Kelom&lt;br /&gt;Way Peti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;F. Wilayah Kekuasaan Abung Siwo Mego:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Way Abung&lt;br /&gt;Way Melan&lt;br /&gt;Way Sesau&lt;br /&gt;Way Kunyaian&lt;br /&gt;Way Sabu&lt;br /&gt;Way Kulur&lt;br /&gt;Way Kumpa&lt;br /&gt;Way Bangik&lt;br /&gt;Way Babak&lt;br /&gt;Way Tulung Balak&lt;br /&gt;Way Galing&lt;br /&gt;Way Cepus&lt;br /&gt;Way Muara Toping&lt;br /&gt;Way Terusan Nunyai&lt;br /&gt;Way Pematang Hening&lt;br /&gt;Way Banyu Urip&lt;br /&gt;Way Candi Sungi&lt;br /&gt;Way Tulung Biuk&lt;br /&gt;Way Tulung Pius&lt;br /&gt;Way Umban&lt;br /&gt;Way Guring&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;G. Wilayah Kekuasaan Mego Pak Tulang Bawang:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Way Rarem&lt;br /&gt;Way Gedong Aji&lt;br /&gt;Way Penumangan&lt;br /&gt;Way Panaragan&lt;br /&gt;Way Kibang&lt;br /&gt;Way Ujung Gunung&lt;br /&gt;Way Nunyik&lt;br /&gt;Way Lebuh Dalom&lt;br /&gt;Way Gunung Tukang&lt;br /&gt;Way Pagar Dewa&lt;br /&gt;Way Rawa Panjang&lt;br /&gt;Way Rawa Cokor&lt;br /&gt;Way Tulung Belida&lt;br /&gt;Way Karta&lt;br /&gt;Way Gunung Katun&lt;br /&gt;Way Malai&lt;br /&gt;Way Krisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-3264025241581010557?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/3264025241581010557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/3264025241581010557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/10/wilayah-marga-marga-lampung.html' title='Wilayah Marga-marga Lampung'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-8991579706406951383</id><published>2009-10-02T07:57:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T07:58:38.536-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mitos Gempa di Tanah Minang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gempa padang'/><title type='text'>Mitos Gempa di Tanah Minang</title><content type='html'>Gempa berkekuatan besar bukan kali ini saja mengguncang Sumatera Barat. Meskipun demikian, dampak kerusakan dan korban jiwa gempa 7,6 SR pada Rabu (30-9) pukul 17.16 WIB adalah yang paling besar.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, pada 12 September 2007, Sumatera Barat juga dihantam gempa 8,4 SR, dan pada 6 Maret 2007 dengan 6,3 SR. Provinsi berjuluk Ranah Minang ini termasuk yang paling sering diguncang gempa dahsyat dalam dua tahun terakhir &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa bencana sering melanda Sumatera Barat, yang selalu dirindukan warganya di perantauan. Mengapa Minangkabau, "Kampuang nun jauah di mato, gunuang sansai baku liliang, takana jo kawan-kawan nan lamo, sangkek basuliang suliang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat-kalimat itu menunjukkan warga Minang yang sering disebut urang awak selalu terkenang kampungnya meski jauh di mata. Dengan keelokan dan keindahan alam serta persaudaraannya, warga Minang selalu rindu untuk pulang kampung yang selalu syahdu dengan tiupan sulingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, dalam alenia ketiga lagu Kampuang Nun Jauah Di Mato itu disebutkan, "Takana jo kampuang, induk ayah adik sadonyo, raso mangimbau ngimbau den pulang, den takana jo kampuang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui kata-kata itu, warga Minang juga menyatakan kerinduannya dengan kampung halaman yang selalu dikenang meski jauh di mata. Namun, tanpa disangka-sangka, Kota Padang dan wilayah lain di Sumatera diguncang gempa dahsyat. Masihkah Ranah Minang elok dan layak dirindukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-8991579706406951383?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/8991579706406951383'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/8991579706406951383'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/10/mitos-gempa-di-tanah-minang.html' title='Mitos Gempa di Tanah Minang'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-6079516770571805052</id><published>2009-10-02T07:47:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T07:50:12.955-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penghasilan dewan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='legeslatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GAJI ANGGOTA DEWAN'/><title type='text'>GAJI ANGGOTA DEWAN</title><content type='html'>Data yang disampaikan Indonesia Budget Center (IBC), Kamis (1-10), gaji anggota Dewan mencapai Rp62,441 juta lebih per bulan (sudah dipotong pajak). Data ini merujuk pada rencana kerja anggaran (RKA) DPR tahun 2009. Dalam satu tahun, pendapatan mereka adalah Rp749,303 juta lebih. Dalam lima tahun, jumlahnya menjadi Rp3,746 miliar lebih.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perincian untuk pendapatan per bulan, antara lain gaji pokok Rp4,2 juta, tunjangan suami/istri Rp420 ribu, tunjangan anak Rp168 ribu, tunjangan struktural Rp9,7 juta, uang kehormatan sebagai komisi/badan/panitia Rp3,7 juta, tunjangan pph Rp3 juta, uang kontrak rumah Rp15 juta, tunjangan komunikasi intensif Rp14,1 juta, uang paket harian Rp2 juta, uang langganan telepon Rp3 juta, asuransi kesehatan Rp4 juta, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu belum termasuk gaji 13, uang legislasi, uang rapat, uang transpor, uang perjalanan dinas di dalam dan luar negri, fasilitas kredit kendaraan, honorarium asisten dan tenaga ahli, dan fasilitas penunjang lainnya (laptop, internet, hotel bintang 5, kupon bensin, kupon bebas TOL, dll) yang seluruhnya dibiayai negara," kata peneliti IBC, Roy Salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-6079516770571805052?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/6079516770571805052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/6079516770571805052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/10/gaji-anggota-dewan.html' title='GAJI ANGGOTA DEWAN'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-75761042037471324</id><published>2009-10-02T07:39:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T07:47:41.840-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gempa padang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perairan timur Lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perairan selat sunda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gelombang perairan Lampung'/><title type='text'>Gelombang mengancam perairan Lampung</title><content type='html'>Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim (SMM) Lampung, Kamis (1-10), menyatakan tingginya gelombang di perairan tersebut disebabkan angin kencang dengan kecepatan 10 sampai 28 knot atau 18 sampai 50 km/jam.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Gelombang tinggi 2--4 meter memang berpeluang terjadi di wilayah perairan selatan Selat Sunda dan barat Lampung. Gelombang setinggi ini berbahaya bagi kapal tongkang, perahu nelayan, dan kapal cepat. Dan akan mengganggu pelayaran dengan kapal ro-ro," kata Neneng Kusrini, kepala Kelompok Prakirawan SMM Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingginya gelombang di sebagian besar wilayah perairan Lampung tersebut, kata Neneng, akibat angin kencang yang bertiup di atas wilayah perairan Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Selat Sunda, angin bertiup dari tenggara ke selatan dengan kecepatan 10--20 knot. Sementara tinggi gelombang diperkirakan 1,2--2,5 meter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk wilayah perairan barat Lampung, SMM memprediksi gelombang maksimum yang dapat terjadi setinggi 2,5--3,5 meter dengan kecepatan angin berkisar 15--25 knot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di perairan timur Lampung, gelombang air laut diprediksi setinggi 1--2 meter. Sedangkan wilayah perairan Bengkulu tinggi gelombang diperkirakan mencapai empat meter. Buruknya cuaca di perairan Selat Sunda dan barat Lampung diperkirakan membuat arus pelayaran di Penyeberangan Bakauheni--Merak ikut terganggu. Pengemudi kapal cepat diimbau tidak beroperasi akibat tingginya gelombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk nelayan, BMKG juga mengimbau agar mereka tidak melaut mengingat tingginya gelombang di hampir seluruh wilayah perairan Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, keadaan cuaca di Lampung diperkirakan masih berawan. Angin di atas wilayah perairan Indonesia, utara khatulistiwa umumnya bertiup dari arah selatan hingga barat. Sedangkan selatan khatulistiwa dari arah timur hingga barat daya, kecepatan angin berkisar antara 10 sampai 28 knot atau 18 sampai 50 km/jam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009100206091119"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-75761042037471324?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/75761042037471324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/75761042037471324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/10/gelombang-mengancam-perairan-lampung.html' title='Gelombang mengancam perairan Lampung'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-5287434392365406269</id><published>2009-10-02T06:57:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T06:59:23.417-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Selat Sunda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Frofil LAMPUNG'/><title type='text'>Frofil LAMPUNG</title><content type='html'>Lampung merupakan provinsi yang terletak di penghujung pulau Sumatra hari jadi Pprovinsi lampung pada tanggal 18 Maret 1964, Provinsi Lampung memiliki penduduk + 7.289.500 dengan luas wilayah + 35.376 km2. terletak pada garis peta bumi: timur-barat di antara 105o 45' serta 103o 48' bujur timur; utara selatan di antara 3o dan 45' dengan 6o dan 45' lintang selatan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah ini di sebelah barat berbatasan dengan Selat Sunda dan di sebelah timur dengan Laut Jawa. Beberapa pulau termasuk dalam wilayah Provinsi Lampung, yang sebagian besar terletak di Teluk Lampung, di antaranya: Pulau Darot, Pulau Legundi, Pulau Tegal, Pulau Sebuku, Pulau Ketagian, Pulau Sebesi, Pulau Poahawang, Pulau Krakatau, Pulau Putus, dan Pulau Tabuan. Ada juga Pulau Tampang dan Pulau Pisang di yang masuk ke wilayah kabupaten Lampung Barat.&lt;br /&gt;Keadaan alam Lampung, di sebelah barat dan selatan, di sepanjang pantai merupakan daerah yang berbukit-bukit sebagai sambungan dari jalur Bukit Barisan di Pulau Sumatera. Di tengah-tengah merupakan dataran rendah. Sedangkan ke dekat pantai di sebelah timur, di sepanjang tepi Laut Jawa terus ke utara, merupakan perairan yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-5287434392365406269?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/5287434392365406269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/5287434392365406269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/10/frofil-lampung.html' title='Frofil LAMPUNG'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-1692532178667605145</id><published>2009-10-02T06:52:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T06:54:28.923-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ASAL USUL ORANG LAMPUNG'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sistem kebudayaan masyarakat Lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya lampung'/><title type='text'>ASAL USUL ORANG LAMPUNG</title><content type='html'>Asal usul orang Lampung menurut mitologi hanya menyebut berasal dari Sekala Brak yang saat itu didiami suku bangsa Tumi. Dari catatan cerita tutur saja ada satu realitas yang sering dilupakan: Orang Lampung juga memiliki garis keturunan dari Pagaruyung. Ada dua rekonstruksi mengenai nenek moyang orang Lampung sejak kedatangan empat umpu yang datang ke Sekala Brak. Pertama,&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;umpu-umpu ini mengalahkan suku bangsa Tumi dan menguasai Sekala Brak. Bila tesis ini benar, berarti empat umpu yang datang memimpin wilayah dan yang menurunkan orang Lampung adalah umpu-umpu dari Pagaruyung. Kedua, umpu yang datang hanya singgah, dan mengajak sebagian warga Sekala Brak melakukan migrasi sehingga nenek moyang orang Lampung berasal dari Sekala Brak dan Pagaruyung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekonstruksi migrasi dari Pagaruyung ini menarik untuk didiskusikan karena beberapa sebab. Selain bersumber dari tambo, adakah alasan pembenar lain yang menguatkan kemungkinan kedatangan umpu dari Pagaruyung. Alasan pembenar ini dapat berupa analisis konteks terhadap pengaruh budaya Pagaruyung terhadap kebudayaan Lampung saat ini. Bila migrasi dilakukan antara abad XV atau XVI, Pagaruyung kuat dugaan telah memeluk Islam. Islam mewarnai kehidupan sosial masyarakat Pagaruyung sehingga kita mengenal istilah: Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Masyarakat Lampung juga paralel dengan masyarakat Pagaruyung adalah pemeluk agama Islam yang taat. Kuntara Raja Niti, kitab (hukum) adat Lampung juga banyak memuat kodifikasi yang dipengaruhi hukum agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, bila kita bandingkan dengan sistem kekerabatan yang dianut masyarakat Lampung, terlihat perbedaan yang mencolok. Masyarakat Pagaruyung dikenal luas sebagai masyarakat dengan tradisi kekerabatan yang bersifat matrilineal, berbeda dengan sebagian besar kebudayaan Indonesia, termasuk Lampung yang menganut sistem patrilineal. Bila Umpu Sekala Brak berasal dari Pagaruyung, tentunya akan memengaruhi sistem kebudayaan masyarakat Lampung juga, termasuk sistem kekerabatannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-1692532178667605145?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/1692532178667605145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/1692532178667605145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/10/asal-usul-orang-lampung.html' title='ASAL USUL ORANG LAMPUNG'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-6440318083673120082</id><published>2009-10-02T06:49:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T06:51:59.043-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WAWANCAN NGEPUBETIK SANAK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WAWANCAN  SANAK BUKECAH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WAWANCAN ANGKAT NAMA.'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wawancan'/><title type='text'>WAWANCAN ANGKAT NAMA</title><content type='html'>Wawancan ini dibackan pada saat upacara anggkat nama yaitu upacara mengangkat seorang untuk menjadi penyimbang sebagai pimpina  Pekon/tiyuh. Wawancan ini dibagi menjadi 2 (dua) macam yaitu ;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Wawancan angkat nama Ampai, (baru menjadi kepala adat). Wawancan seperti ini dibacakan pada saat seorang diangkat menjadi kepala adapt/penyimbang yang sebelumnya bukan penyimbang.&lt;br /&gt;2. wawancan angkat nama penyumuk, Angkat nama Penyumuk adalah pengangkatan seorang menjadi penyimbang karena jasanya dalam satu bidang kegiatan yang sebelumnya bukan penyimabang dan mungkin bukan orang lampung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kipak khani Penglabung, kemakhau wat tikhah, &lt;br /&gt;tulisan mawat kejung antak ija gaoh wi,&lt;br /&gt;.(http:www.permala.blogspot.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-6440318083673120082?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/6440318083673120082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/6440318083673120082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/10/wawancan-angkat-nama.html' title='WAWANCAN ANGKAT NAMA'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-708333897860144642</id><published>2009-10-02T06:48:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T06:49:37.272-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WAWANCAN NGEPUBETIK SANAK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WAWANCAN  SANAK BUKECAH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wawancan'/><title type='text'>WAWANCAN  SANAK BUKECAH</title><content type='html'>Jenis wawancan ini dibacakan pada saat upacara khitanan/ sunatan, wawancan ini juga dibaagi menjadi tiga yaitu ;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Sanak Bukecah Mak ngemik Pik Sanak, jika dalam upacara khitanan  dibacakan wawancan tetapi tidak ada tambahan pengumuman gelar danpenggantian subang (Anting) bagi kakak atau adik wanita yang dikhitan, biasanya ini terjadi karena yang dikhitan tidak mempunyai saudara yang sekandung yang perempuan, atau naka tunggal laki-laki atau “Kalama” si anak jauh tempatnya sehingga tidak hadir dalam khitanan itu.&lt;br /&gt;2. Sanak Bukecah dalih budandan, jika dalam acara khitanan tersebut di umumkan juga pengumuman gelar bagi keluarga sehibul hajat yang sudah dinikahkan tetapi belum sempat diberi gelar.&lt;br /&gt;3. Sanak Bukecah dalih Buganti Subang, jika anak yang dikhitan mempunyai nakbai (saudara perempuan yang lebih tua atau adik) Perempuannya diganti subangnya oleh “Kalama” mereka, Subang itu merupakan pemberian Kelama, ( KELAMA adalah keluarga asal Ibu apabila ibu diambil Bapak atau disebut juga NYAKAK) akan tetapi jika bapak semanda maka kelama adalah Pihak bapak,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kipak khani Penglabung, kemakhau wat tikhah, &lt;br /&gt;tulisan mawat kejung antak ija gaoh wi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-708333897860144642?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/708333897860144642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/708333897860144642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/10/wawancan-sanak-bukecah.html' title='WAWANCAN  SANAK BUKECAH'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-4533189619363152120</id><published>2009-10-02T06:47:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T06:48:33.152-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WAWANCAN NGEPUBETIK SANAK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wawancan'/><title type='text'>WAWANCAN NGEPUBETIK SANAK</title><content type='html'>Pada tulisan terdahulu kita sudah mencoba memberikan sedikit gambaran mengenai wawancan, nah pada tulisan ini kita akan mencoba mengulas lebih jauh mengenenai wawancan, pada tulisan tedahulu kita sudah membagi wawancan menjadi 3 bagian menurut kegunaannya, yaitu&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wawancan Ngpubetik Sanak , Wawancan Sanak Bukecah, Wawancan Angkat nama, sekarang kita akan mencoba membicarakan tentang Wawancan Ngepubetik Sanak, wawancan ini dilakukan pada saat upacara pernikahan , wawancan ini juga terbagi menjadi 3 yaitu ;&lt;br /&gt;1. Wawancan Ngepubetik Sanak tutukan Pekon, Jika yang melakukan pernikahan anak dari kepala adapt Tiyuh atau kepala adapt marga.&lt;br /&gt;2. Wawancan Ngepubetik Sanak Tutukan Memuakhian, jika yang melakukan pernikahan anak tertua laki-laki dalam satu keluarga atau anak tertua dari pimpina bagian suku dari satu penyimbang.&lt;br /&gt;3. Wawancan Ngepubetik Sanak sanak, jika yang melakukan pernikahan bukan anak tua laki-laki, walaupun ana tertua laki-laki tetapi bukan keturunan bangsawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kipak khani Penglabung, kemakhau wat tikhah, &lt;br /&gt;tulisan mawat kejung antak ija gaoh wi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-4533189619363152120?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/4533189619363152120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/4533189619363152120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/10/wawancan-ngepubetik-sanak.html' title='WAWANCAN NGEPUBETIK SANAK'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-644477893144236740</id><published>2009-10-02T06:46:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T06:47:19.329-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wawancan'/><title type='text'>WAWACAN.</title><content type='html'>Nabikpun Sumbah Kususun Jama Unyin Pakhwatin, induh kham, induh hulun penyimbang unyin batin. Saya haga nulis cutik katiwangka ni wawancan…..&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menukhut asal katane Wawancan singkatan anjak kalimat “CAWA NUTUK CANANG” cak disebut khena kakhena setiap haga ngabacane di henai penambuhan CANANG, canang sina lain di tabuh di awal ngebaca melaikon di setiap ujung kalimat contohne “PUUUN” khen di ujung sebagai penutup atau tanda selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wawancan sinji biasa ne tibaca kapan ya wat Penayuhan, isine Pelajakhan adok-adok, si ngabaca ne di sebut PANCALANG, sedangkan canang biasane di tabuh jama Hulubalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun isi ne wawancan dapok disimpulkon menjadi ;&lt;br /&gt;1. Salam sembah Pembuka.&lt;br /&gt;2. Nyampaikon Silsilah atawa Khiwayat Khukhek.&lt;br /&gt;3. Pengebakhan Adok&lt;br /&gt;4. Ijah tawai ne Si tuha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menukhut kegunaane wawancan dapok ti bagi menjadi 3 (telu) yakdo ;&lt;br /&gt;1. Wawancan Ngpubetik Sanak&lt;br /&gt;2. Wawancan Sanak Bukecah&lt;br /&gt;3. Wawancan Angkat nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kipak khani Penglabung, kemakhau wat tikhah, tulisan mawat kejung antak ija gaoh wi,&lt;br /&gt;Batang akhi kekhing way mak mahili lagi, batu bela ngagakhiling tulisan sai bakhih lagi sikindua susun. Puakhi…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-644477893144236740?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/644477893144236740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/644477893144236740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/10/wawacan.html' title='WAWACAN.'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-5484015036305269955</id><published>2009-10-02T06:44:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T06:45:59.729-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wawancan'/><title type='text'>SASTRA LAMPUNG</title><content type='html'>Bicara sastra Lampung pada dasarnya tidak banyak ragamnya perbedaannya hanya terletak pada lagu, Isi, Tujuan dari dari daerah asal sastra itu, oleh karena itu saya bisa katakana bahwa sastra Lampung merupakan suatu ungkapan Batin dari si pencipta, sastra lampung sama halnya dengan sastra Indonesia yang terbagi dari Liris dan Puisi, sedangkan bentuk Prosanya dalam sastra lampung menurut Raja Perbasa Adalah Wawakhan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bentuk Prosa Liris disajikan dalam bentuk karangan prosa atau karangan bersajak, yang penyampaiannya menggunakan lagu tertentu yang mengundang emosii audien (pendengar), sedangkan bentuk puisi bersajak mempunyai irama tertentu dalam penyampaiannya  sehingga pendengar terbuai hanyut dalam kesedihan atau kegembiraan, bentuk puisi ini dapat dibagi menjadi dua bagian berdasarkan jumlah bait dari setiap bentuk puisi, yaitu ;&lt;br /&gt;1. Berbait tunggal, puisi ini paling banyak 4 baris, yang termasuk dalam berbait tunggal adalah ; 1, Segata, 2. Adi-adi 3. Tatundin, 4. Seganing/Tateduhan, 5. Sasikun.&lt;br /&gt;2. Berbait Ganda, bait pada segata ini baitnya tidak terbatas atau tidak ada ketentuan jumlahnya, alias Sagata Tijang. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah ; Wawancan/Butetah, Bandung/Wayak, Papancokhan, Hahiwang, Talibun, Pisaan, Ringget, Ngadio, Ngakhantau, Pantun Klasik, Pantun Karenceng, Pantun sanak Ganta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-5484015036305269955?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/5484015036305269955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/5484015036305269955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/10/sastra-lampung.html' title='SASTRA LAMPUNG'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-249125895509393346</id><published>2009-10-02T06:42:00.000-07:00</published><updated>2009-10-02T06:43:56.752-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sifat-sifat Orang Lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sastra lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA LAMPUNG'/><title type='text'>Sifat-sifat Orang Lampung</title><content type='html'>Menurut Kitab Kuntara Raja Niti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pi'il Pesenggikhi &lt;br /&gt;Malu melakukan pekerjaan hina menurut agama serta memiliki harga diri . Segala sesuatu yang menyangkut harga diri, prilaku dan sikap hidup yang dapat menjaga dan menegakkan nama baik dan martabat secara pribadi maupun kelompok yang senantiasa dipertahan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. Sakai Sambaian &lt;br /&gt;Gotong Royong, Tolong-menolong, bahu membahu, dan saling memberi sesuatu yang diperlukan bagi pihak lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Nemui Nyimah &lt;br /&gt;Saling mengunjungi untuk bersilaturahmi serta ramah menerima tamu. Bermurah hati dan ramah tamah terhadap semua pihak baik terhadap orang dalam kelompoknya maupun terhadap siapa saja yang berhubungan dengan dengan masyarakat lampung &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Nengah Nyampukh &lt;br /&gt;Tata pergaulan masyarakat Lampung dengan kesediaan membuka diri dalam pergaulan masyarakat umum dan pengetahuan luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Bejuluk Adok &lt;br /&gt;Tata ketentuan pokok yang selalu diikuti dan diwariskan turun temurun dari zaman dahulu. Mempunyai kepribadian sesuai dengan gelar adat yang disandangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-249125895509393346?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/249125895509393346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/249125895509393346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/10/sifat-sifat-orang-lampung.html' title='Sifat-sifat Orang Lampung'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-3765841836571250261</id><published>2009-09-23T00:48:00.000-07:00</published><updated>2009-09-23T01:24:06.490-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cawa lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA LAMPUNG'/><title type='text'>WAJIB CAWA LAMPUNG</title><content type='html'>Pengembangan kemampuan berbahasa lampung dikalangan masyarakat lampung PERLU mendapatkan dukungan dari pemerintah., Dukungan yang dimaksud berupa kebijakan atau regulasi yang mewajibkan masyarakat untuk berbahasa lampung (CAWA LAMPUN) dalam kegiatan sehari-hari termasuk di Dinas maupun instansi pemerintah serta di sekolah sekolah yang ada di provinsi lampung, untuk mewajibkan CAWA LAMPUNG (berbahasa lampung) &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Persaudaraan Masyarakat Lampung menghimbau kepada masyarakat untuk memberikan dukuangan kepada pemerintah provinsi lampung khususnya untuk segera mengeluarkan peraturan WAJIB CAWA LAMPUNG ( berbahasa Lampung.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dari Visi dan Misi PERMALA (Persaudaraan masyarakat Lampung), adalah Melestarikan Budaya lampung serta menyatukan segenap komponen masyarakat yang ada di provinisi lampung untuk bersinergi untuk membangun provinsi lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka mewujudkan hal diatas Dewan pimpinan Pusat Persaudaraan masyarakat lampung (PERMALA)mengajak  kepada masyarakat lampung untuk memberikan dukungan dalam  rangka melestarikan bahasa lampung. Dengan tema “WAJIB CAWA LAMPUNG”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERMALA sudah menyiapkan formulir dukungan yang nantinya akan di serahakan kepada pemerintah provinsi lampung, melelui gubernur Lampung dengan target dukungan 1000 dukungan, Formulir dukungan saudara dapat isi di atas :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-3765841836571250261?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/3765841836571250261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/3765841836571250261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/09/wajib-cawa-lampung.html' title='WAJIB CAWA LAMPUNG'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-2105494220373955391</id><published>2009-09-23T00:34:00.000-07:00</published><updated>2009-10-12T04:00:36.021-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cawa lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='WACIB CAWA LAMPUNG'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA LAMPUNG'/><title type='text'>DUKUNGAN CAWA LAMPUNG</title><content type='html'>Dewan pimpinan Persaudaraan masyarakat Lampung &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;(PERMALA) &lt;/span&gt;mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan dukungan saudara-saudara dalam mengempanyekan&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt; WACIB CAWA LAMPUNG&lt;/span&gt; .&lt;br /&gt;Inilah saudara saudara kita yang sudah memberikan dukungan terhadap CAWA LAMPUNG&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/StML_KyzgyI/AAAAAAAAAGM/d2h6R8r0XUc/s1600-h/tn.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 123px; height: 92px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/StML_KyzgyI/AAAAAAAAAGM/d2h6R8r0XUc/s320/tn.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391666358749725474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nama : mashuri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  Alamat: Jl.Aspol 318 Menggala TUBA&lt;br /&gt; No. Telp/HP: 081379130077&lt;br /&gt; Isi Dukungan: ekam setuju sangat mendukung atas kampanye wajib cawa lampung&lt;br /&gt; Email address: thenai_927@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="ymsgr:sendIM?thenai_927"&gt;&lt;img src="http://opi.yahoo.com/online?u=thenai_927&amp;amp;m=g&amp;amp;t=1" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nama : &lt;a href="http://putra-lampung.blogspot.com/"&gt;Adien Satria&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Bandar Lampung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;No. Telp/HP: 0721-&lt;br /&gt;Isi Dukungan: Saya setuju kalo semua pejabat dari Gub&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;ernur Sampai ke Kepala Dinas Isi Pidato Berbahasa Lampung&lt;br /&gt;&lt;a href="ymsgr:sendIM?steven88_miracle"&gt;&lt;img src="http://opi.yahoo.com/online?u=steven88_miracle&amp;amp;m=g&amp;amp;t=1" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nama : &lt;a href="http://ulunlampung.co.cc/"&gt;Sasiji Prabu N.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Bandung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;No. Telp/HP: 022-9266****&lt;br /&gt;Isi Dukungan: Saya tau Gubernur Lampung skrg org &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;la&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;mpung asli... dan saya ingin mendengar beliau sbg sang pemimpin berbicara lampung, juga beserta jajarannya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bg Oedin: Mak gham sapa lagi, mak ganta kpan lagi !&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;a href="ymsgr:sendIM?bidaman6"&gt;&lt;img src="http://opi.yahoo.com/online?u=bidaman6&amp;amp;m=g&amp;amp;t=1" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SsgxE6uBIAI/AAAAAAAAAF0/rCOwILRt5TA/s1600-h/tn.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 62px; height: 66px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SsgxE6uBIAI/AAAAAAAAAF0/rCOwILRt5TA/s320/tn.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5388610914700304386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nama : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Faisal A. Lihan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Alamat: Gedung Tataan - Pesawaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;No. Telp/HP: +6281279241490&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Isi Dukungan: Dengan ini saya sampaikeun, bahwasanya ulun Lapung wajib ngagunakon basa Lapung ...&lt;br /&gt;&lt;a href="ymsgr:sendIM?izal_lihan"&gt;&lt;img src="http://opi.yahoo.com/online?u=izal_lihan&amp;amp;m=g&amp;amp;t=1" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------&lt;br /&gt;Nama : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;danial&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alamat: kaliawi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;No. Telp/HP: 095279051620&lt;br /&gt;Isi Dukungan: satuju wie sapa sapa sai mid lampung h&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;aga tiulih ulih pake bahasa ram ki mak ngerti sipakko moloh diasalna jadi ram ngerasa lampung jak ram sang bumi boleh ruwa jurai tapi lampung tetop sai salamat wie lanjut ko sikiam pendukung utama ne oke oke permala lamon tapi sai wat dilampung cuma sai&lt;br /&gt;&lt;a href="ymsgr:sendIM?danial_kaliawi"&gt;&lt;img src="http://opi.yahoo.com/online?u=danial_kaliawi&amp;amp;m=g&amp;amp;t=1" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------------------------------------&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nama : &lt;a href="http://udozkarzi.blogspot.com/"&gt;Udo Z. Karzi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Alamat: Jl. Imam Bonjol Km. 12 No. 243&lt;br /&gt;Kemiling, Bandar Lampung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;No. Telp/HP: 081540090094&lt;br /&gt;Isi Dukungan: Nyak jelas ngedukung. Konkrit. Baca-nulis-cawa: bahasa Lampung di ipa-ipa. Mak liom-liom.&lt;br /&gt;&lt;a href="ymsgr:sendIM?udozkarzi@yahoo.com"&gt;&lt;img src="http://opi.yahoo.com/online?u=udozkarzi@yahoo.com&amp;amp;m=g&amp;amp;t=1" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;-----------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/Ssog--HUceI/AAAAAAAAAF8/zwsQwymFFTA/s1600-h/tn.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 67px; height: 90px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/Ssog--HUceI/AAAAAAAAAF8/zwsQwymFFTA/s320/tn.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5389156170299896290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nama : Radi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;n Salih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Alamat: Negeri Agung, Kec.Gunung Pelindung, Kab Lampung Timur&lt;br /&gt;No. Telp/HP: 081316089346&lt;br /&gt;Isi Dukungan: Cawa Lappung, bagian dari Budaya masyarakat lampung, mari kita jalin persaudaraan melalui cawa lampung.&lt;br /&gt;&lt;a href="ymsgr:sendIM?r_saleh@ui.ac.id"&gt;&lt;img src="http://opi.yahoo.com/online?u=r_saleh@ui.ac.id&amp;amp;m=g&amp;amp;t=1" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/Ss2tktm_aOI/AAAAAAAAAGE/r8sE3cCs9xM/s1600-h/tn.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 116px; height: 87px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/Ss2tktm_aOI/AAAAAAAAAGE/r8sE3cCs9xM/s320/tn.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390155175262382306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nama : hamdani&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Alamat: Taman Harapan Baru Blok V2/30, Pejuang, Medan Satria, Bekasi 17131&lt;br /&gt;No. Telp/HP: 021-88974573/08551014101&lt;br /&gt;Isi Dukungan: Budayakan bahasa Lampung bagi orang lampung dimana saja&lt;br /&gt;Email address: &lt;a href="ymsgr:sendIM?hamdani_lampung"&gt;&lt;img src="http://opi.yahoo.com/online?u=hamdani_lampung&amp;amp;m=g&amp;amp;t=1" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-2105494220373955391?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/2105494220373955391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/2105494220373955391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/09/dukungan-cawa-lampung.html' title='DUKUNGAN CAWA LAMPUNG'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/StML_KyzgyI/AAAAAAAAAGM/d2h6R8r0XUc/s72-c/tn.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-6565056753097049282</id><published>2009-09-22T23:49:00.000-07:00</published><updated>2009-09-22T23:52:14.385-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lampung Indonesia MINI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia Mini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya lampung'/><title type='text'>Lampung Indonesia MINI</title><content type='html'>Kebudayaan lampung sebetulnya sejalan dengan agama Islam, sehingga tidak ada alasan untuk membangun image buruk tentang masyarakat Lampung. Kesesuaian dengan nilai-nilai agama itu bisa dilihat dalam hal menerima tamu, yang representasinya para pendatang di Lampung, sehingga Provinsi Lampung lebih dikenal sebagai “Indonesia Mini”. Artinya, keanekaragaman kultural yang ada di Lampung terjadi karena penerimaan masyarakat Lampung terhadap para pendatang&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masyarakat Lampung sudah biasa menerima pendatang yang dianggap sebagai orang Lampung, asalkan mengikuti hukum adat yang berlaku. Dengan hubungan yang baik antara masyarakat pendatang dengan masyarakat asli --termasuk untuk menumpang berladang di dalam salah satu marga Lampung-- membuat wilayah bersangkutan menjadi berkembang, sehingga menjadi kampung atau sukuh (tiuh) baru sebagai bagian dari marga Lampung yang telah ada," (Yoshie Peneliti dari Jepang)&lt;br /&gt;Untuk mengenal lebih dekan masyarakat lampung kita harus mengerti sifat-sifat atau filsafat masyarakat Ulun lampung, sehingga tidak ada image negatif yang timbul. Kita harus sadar bahwa hidup di lampung, berpenghasilan di lampung, beranak pinak dilampung, adalah menjadi masyarakat lampung yang mempunyai akar kelampungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-6565056753097049282?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/6565056753097049282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/6565056753097049282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/09/lampung-indonesia-mini.html' title='Lampung Indonesia MINI'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-856929152486537991</id><published>2009-09-22T23:43:00.000-07:00</published><updated>2009-09-22T23:47:26.884-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cawa lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIALEK BAHASA LAMPUNG'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA LAMPUNG'/><title type='text'>DIALEK BAHASA LAMPUNG</title><content type='html'>Ulun lampung atau orang lampung dalam pergaulan sehari-hari biasa menggunakan bahasa lampung dan Bahasa Indonesia, Pada akhir abad 19 beberapa orang Belanda yang tertarik mempelajari bahasa Lampung, antara lain HN.VANDER TUUK dan Dr. J.W. VAN ROYEN,Abung dan Dialek Pubian, Pembagian Vander Tuuk ini hanya melihat masyarakat yang beradat Pepadun. Sedangkan Van Royen membagi Bahasa Lampung dalam dua dialek yaitu,&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Dialek API.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang digunakan oleh masyarat Belalau, Peminggir, Teluk Semaka, Teluk Lampung, Tulang Bawang Ulu (Waykanan /Sungaki), Komering, Krui, Melinting dan Pubian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Dialek NYOU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang digunakan oleh masyarakat Abung dan Tulang Bawang Ilir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian oleh Van Royen ini lebih mendasar dengan bahasa yang digunakan Masyarakat Lampung, selanjutnya van royen juga menunjukkan pemakai dialek bahasa itu menurut ruang lingkup marga.  &lt;br /&gt;pada tahun 1973 DALE FRANKLIN WALKER berhasil menyusun thesis berjudul A. Sketch of The Lampung language the Pesisir dialect of Waylima (cornelt University, U.S.A)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan pada zaman modern ini bahasa lampung merupakan bahasa yang langka, sudah jarang kita dengar orang berbahasa lampung dengan baik dan benar, artinya di zaman yang katanya modern bahasa lampung sudah kalah (hampir Punah) dengan bahasa orang-orang pendatang, kalau kita lihat bahasa-bahasa daerah lain misalnya, Bahasa Sunda, di Jawa Barat, Padang, Palembang, Maupun di jogyakarta, bahasa Daerah menjadi Raja di Daeranya sendiri tapi hal ini tidak dengan bahasa lampung, yang menjadi bahasa asing didaeranya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di bumi  Rua Jurai ini bahasa lampung sudah hampir punah coba kita lihat di pasar-pasar tradisional yang ada lampung, bahasa yang di pakai adalah bahasa pendatang,, jadi kepunahan bahasa lampung sudah di ambang pintu akibat orang lampung aseli tidak melestarikannya,untuk itu saya mengharap kepada masyarkat lampung agar kita bersama-sama melestarikan budaya dan bahasa lampung Mak Kham Sapa Lagi Mak Ganta Kapan Lagi, dan jangan malu untuk berbahasa lampung, kita awali dari diri kita sendir, keluarga, dan lingkungan untuk berbahasa lampung dalam pergaulan kita sehari-hari, dan kepada pemerintah lampung agar membudayakan bahasa lampung di lingkungan Pemda lampung, Dinas, maupun instansi pemerintah dan swasta untuk membudayakan berbahasa lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besar harpapan kita semua untuk bisa melestarikan warisan nenekmoyang kita, karena bahasa daerah lampung merupakan asset bangsa dan Negara yang wajib dilestarikan dari kepunahan.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(by;hendrawan wy5)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-856929152486537991?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/856929152486537991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/856929152486537991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/09/dialek-bahasa-lampung.html' title='DIALEK BAHASA LAMPUNG'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-7846623343088343152</id><published>2009-09-22T23:36:00.000-07:00</published><updated>2009-09-22T23:41:49.903-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cawa lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA LAMPUNG'/><title type='text'>TINGKATAN BAHASA LAMPUNG</title><content type='html'>Bicara tingkatan bahasa, sama halnya dengan bahasa Indonesia, tidak seperti halnya dengan Bahasa Jawa, Bahasa lampung tidak dipakai bahasa tinggi dan bahasa rendah, akan tetapi dalam acara-acara adat, kerapatan adat, atau terhadap orang yang lebih muda terhadap orang yang lebih tua, dipakai untuk bicara sopan atau hormat, diantara kata-kata yang sering dipakai dalam kerapatan adat antara lain :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kata NYAK/SAYA----diganti dengan kata ----Sikam/ikam/hikam/Sikindua,&lt;br /&gt;Sedangkan bahasa terhadap orang yang dihormati----Pusikam/Pusekam/sekam/ikam/tuan.&lt;br /&gt;Untuk yang sejajar atau antara menantu terhadap menantu diakai ---Kuti/Meti/ --ANDA. Kata Niku/nikuw dipakai untuk yang lebih tua terhadap yang lebih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan bahasa tersebut biasanya dipakai berbicara di tengah-tengah khayalak terhormat, biasanya dalam pengantar acara(Penglaku/Pematu), yaitu pengantar acara menyampaikan keputusan adat,  contohnya seperti ini, sang pembawa acara berbicara ;&lt;br /&gt;Payu Pun kilu mahap  jama puserompok, kantu wat cawa sai salah susun sikam haga ngeni pandai…………….&lt;br /&gt;Maksudnya;’Baiklah tuan mohon maaf dengan tuan-tuan sekalian jika ada kata yang salah susun, kami ingin memberi tahu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kalimat  tersebut dipakai sebutan Pun yang berarti Tuan, baik untuk seseorang maupun orang banyak. Kata Puserompok / Kuti Rompok/metei gepek, untuk menyatakan tuan-tuan terhormat, kata-kata tersebut hany dipakai dalam acara adat.(hendrawan—way5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-7846623343088343152?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/7846623343088343152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/7846623343088343152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/09/tingkatan-bahasa-lampung.html' title='TINGKATAN BAHASA LAMPUNG'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-719805148748632393</id><published>2009-09-22T23:25:00.000-07:00</published><updated>2009-09-22T23:32:23.360-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cawa lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='budaya lampung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adok Atau Gelar Masyarakat Lampung'/><title type='text'>Adok Atau Gelar Masyarakat Lampung</title><content type='html'>Adok atau Gelar merupakan suatu bagian dari budaya, tulisan in terinspirasi dari rekan-rekan bloger yang mencintai serta memiliki penghargaan yang tinggi terhadap budaya lampung, tetapi sedikit kemauan untuk mempelajari dan memahami seni dan kebudayaan lampung, untuk itu saya coba memberikan sedikit pengetahuan saya seputar gelar/adok jelma lampung(orang Lampung) hal ini Sesuai dengan pandangan hidup masyarakat lampung yang terkenal ;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a. PIIL PESANGGIKHI &lt;/span&gt;------Harga Diri&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b. BUADOK BUJULUK&lt;/span&gt;------ ( Wat Adok Wat Gelakh)---- Punya gelar disamping nama.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;c. NENGAH NYAPUR&lt;/span&gt; ------- ( Tatengah Tatanggah) ---- Senang Bergaul&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;d. NEMUI NYIMAH&lt;/span&gt;---------- (Pudak Waya Kicik Simah) ---- Selalu riang menghadapi Tamu.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;e. SAKAY SAMBAYAN&lt;/span&gt; ----- (Khopkhama Delom Khaja)----Gotong Royong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka pemberian adok/gelar bagi Pria dan wanita yang sudah berkeluarga merupakan kewajiban bagi adat Lampung, dalam pemberian adok tersebut secara garis besar di bagi dua ;&lt;br /&gt;a. ADOK NGUKHA yaitu gelar/adok yang diberikan pada saat seorang dinikahkan  sampai ia mengunduh Menantu perempuan yang pertama.&lt;br /&gt;b. ADOK TUHA yaitu gelar yang diberikan kepada seorang yang telah mengunduh menantu perempuan yang pertama, gelar ini hanya pengganti gelar /adok ngukha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkatan dalam masyarakat lampung dibagi 2 macam yaitu Bangsawan dan Khakhayakhan.&lt;br /&gt;Bangsawan di bagi menjadi ; Bangsawan Tinggi, Menengah, Rendah, dari tingkatan itu mempunyai adok sesuai dengan tingkatan baik pria maupun wanitanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya akan memberikan sedikit contoh adok dan urutannya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BANGSAWAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;*. Bangsawan Tinggi&lt;br /&gt;Pria /Khagah  ---------------------- Wanita/Bebay.&lt;br /&gt;Sutan  --------------------------------- Ratu Agung.&lt;br /&gt;Pangikhan/pangeran ---------------- Ratu&lt;br /&gt;Dalom -------------------------------- Batin.&lt;br /&gt;Dalom Pangikhan ------------------ Batin Ratu.&lt;br /&gt;Batin --------------------------------- Batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;*. Bangsawan Menengah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pria /Khagah  ---------------------- Wanita/Bebay.&lt;br /&gt;Khaja / Raja ------------------------- Khadin/Radin.&lt;br /&gt;Khadin / Raden --------------------- Khadin/Radin/Minak.&lt;br /&gt;Minak -------------------------------- Enton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;*. Bangsawan rendah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pria /Khagah  ---------------------- Wanita/Bebay.&lt;br /&gt;Kimmas ------------------------------ Mas&lt;br /&gt;Mas ----------------------------------- ma Ayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KHAKHAYAKHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pria /Khagah  ---------------------- Wanita/Bebay.&lt;br /&gt;Mentekhi / Jaga ---------------------- adi/ayi/&lt;br /&gt;Cahaya /pukhba---------------------- khayi/sinji/&lt;br /&gt;Jimpang/Layang  -------------------- Pancalang/Malilia.&lt;br /&gt;Bunga Muda ------------------------- Dayang/sinag/bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak adok/gelar yang dipakai orang lampung diantaranya ada jenis adok Pangkhebu/Lalabokh yaitu adok khakhayakan yang tidak kelomok diatas. Dari adok seseorang, orang lain dapat mengenal kedudukan/jabatan/tugas seseoraang. Sedikit tulisan ini bisa menambah kecintaan kita terhadap seni khek adapt lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;DILARANG COPY PASTE &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; jika ingin mempublikasikan artikel ini harap meyertakan SUMBER &lt;a href="http://permala.blogspot.com/"&gt;pakar Lampung&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-719805148748632393?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/719805148748632393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/719805148748632393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/09/adok-atau-gelar-masyarakat-lampung.html' title='Adok Atau Gelar Masyarakat Lampung'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-5757117602927562303</id><published>2009-09-08T15:13:00.000-07:00</published><updated>2009-09-08T15:14:11.302-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Harapan Baru Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel politik'/><title type='text'>Harapan Baru Rakyat</title><content type='html'>Diawali dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengubah model penetapan calon terpilih menjadi dengan suara terbanyak. Karena keputusan ini ditetapkan di tengah perjalanan pemilu yang sedang berlangsung, menimbulkan implikasi yang cukup luas. Dampak yang paling terlihat adalah konflik internal partai (sesama caleg). Proses tahapan pemilu kembali mengalami perdebatan ketika muncul keputusan Mahkamah Agung (MA) dalam hal penetapan perolehan kursi yang berbeda dengan model yang digunakan oleh KPU.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tentu perlu koreksi yang komprehensif untuk pemilu berikutnya. Regulasi yang pasti, penyelenggara yang mempunyai kapabilitas dan waktu yang cukup menjadi syarat mutlak untuk kesuksesan pemilu yang akan datang. Terlepas dari segala persoalan yang terjadi, tentu hasil pemilu ini perlu mendapatkan apresiasi. Selain legitimasi formal, hasil pemilu ini juga sebuah legitimasi moral kepada partai politik dan caleg terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bagian dari legitimasi formal tersebut adalah telah dan akan dilantiknya para legislator terpilih tersebut. Secara bergelombang di seluruh DPRD kabupaten dan kota telah dilantik. Kemudian diikuti oleh DPRD provinsi dan berikutnya DPD serta DPR. Pelantikan legislator periode 2009--2014 ini juga sekaligus menandai berakhirnya masa bakti legislatif periode 2004--2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala kelebihan dan kekurangannya tentu kita patut memberikan apresiasi dan penghargaan atas dedikasi legislator periode yang lalu tersebut. Paling tidak mereka telah mencatatkan diri dalam tinta sejarah atas kinerjanya dengan segala tantangannya pada masa kerja tersebut. Harapan baru kini ada pada legislator yang sudah dan akan dilantik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita telusuri jejak kinerja lembaga legislatif utamanya pascareformasi tentu mengalami beberapa variasi. Hal ini bisa dilihat dari Pemilu 1999 dan 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama bisa dilihat dari pola hubungan antara eksekutif dan legislatif. Produk Pemilu 1999 pada waktu itu menghasilkan legislatif yang sangat kuat, bahkan cenderung dominan utamanya dalam pola hubungan dengan eksekutif. Legislatif dengan begitu mudah menekan eksekutif baik karena kepentingan politik maupun kepentingan pragmatis para legislator. Selain karena eksekutif dipilih oleh legislatif, regulasi yang ada pada waktu itu juga memungkinkan seorang kepala daerah diturunkan di tengah masa jabatannya oleh legislatif. Produk Pemilu 2004 memberikan suasana yang berbeda juga terhadap kondisi secara umum lembaga legislatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak tahun 2005 kepala daerah (gubernur, bupati, wali kota) juga dipilih melalui pilkada secara langsung oleh rakyat, maka menghasilkan posisi politik yang tak kalah kuatnya dengan legislatif. Regulasi yang ada pun tidak memberikan keleluasaan yang lebih bagi legislatif untuk menjatuhkan eksekutif. Bahkan menimbulkan kecendrungan eksekutif yang lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dapat dilihat dari aspek efektivitas pelaksanaan tugas dan wewenang legislatif melalui tiga fungsinya yaitu legislasi, anggaran dan pengawasan. Fungsi ini relatif berjalan kurang efektif. Dengan kompetensi yang kurang memadai serta komitmen yang rendah, legislatif cenderung tidak produktif dan tidak efektif dalam melaksanakan ketiga fungsi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, berbagai perilaku negatif yang kemudian menimbulkan implikasi munculnya citra yang tidak baik terhadap institusi legislatif. Berbagai perbuatan asusila, tersangkut kasus korupsi, malas, cenderung menghamburkan uang negara yang tidak berdampak pada pada kinerja yang semakin baik (misal studi banding), serta berbagai stigma lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, adanya jarak yang lebar antara legislator dengan konstituen yang telah memilih mereka pada pemilu. Pemilih, setelah pemilu relatif tidak memiliki akses komunikasi kepada para legislator. Selain tidak jelasnya komitmen dalam menepati berbagai janji, hampir sangat sulit bagi konstituen untuk menyalurkan berbagai aspirasi yang menjadi kehendak mereka. Berbagai kondisi inilah yang harus dijawab dengan pasti oleh legislator periode 2009--2014 yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan anggaran perlu satu terobosan baru untuk mendorong munculnya kinerja yang produktif dan efektif. Dengan latar belakang akademik yang bervariasi, pengalaman, pengetahuan yang berbeda tentu akan sulit bagi para legislator untuk menjalankan fungsi tersebut jika tidak ada terobosan dan komitmen yang kuat. Karena legislatif akan berhadapan dengan eksekutif (birokrasi) yang memiliki tingkat penguasaan yang relatif memadai dalam tugasnya berkaitan dengan fungsi legilatif tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak birokrasi memahami betul seluk beluk proses pengelolaan pemerintahan daerah. Salah satu yang bisa dilakukan legislatif adalah dengan memanfaatkan sistem pendukung yang memadai, misal tenga ahli pada alat kelengkapan Dewan maupun fraksi. Serta sarana pendukung lainnya. Publik harus mendukung hal tersebut ketika dalam pengadaan sistem pendukung tersebut membutuhkan anggaran daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khusus untuk fungsi legislasi perlu upaya peningkatan produktivitas dalam pembuatan peraturan daerah. Perda bisa mendorong munculnya berbagai regulasi dalam skala lokal yang mempunyai dampak untuk penataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam berbagai aspek. Sedangkan dalam fungsi anggaran dan pengawasan legislatif harus menjalankan upaya check and balances dengan baik. Secara cermat melakukan koreksi, penyempurnaan bahkan menyiapkan konsep alternatif terhadap berbagai program yang diajukan oleh eksekutif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi pengawasan yang berdimensi luas harus jadi sarana untuk meluruskan kebijakan daerah, serta perbaikan pengelolaan program pembangunan. Harapannya dengan perubahan model kerja tersebut, legislatif mampu menjadi mitra yang kritis dan kritis serta penyeimbang terhadap kekuasaan eksekutif. Kita berharap akan muncul berbagai perdebatan gagasan, baik dalam legislatif maupun dengan eksekutif. Mudah-mudahan itu upaya untuk menghapus berbagai citra negatif atas buruknya kinerja legislatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah pola hubungan dengan konstituen. Para legislator harus membuat satu formula sehingga ada komunikasi dua arah yang baik dengan konstituen. Legislator harus mengatur secara berkala untuk mensosialisasikan kinerjanya selama periode tertentu pada konstituen. Serta juga secara proaktif menyerap berbagai aspirasi yang menjadi kehendak konsituen. Pola ini penting dilakukan untuk membangun kepercayaan publik terhadap partai politik yang cenderung semakin menurun. Ketika semua legislator dari berbagai partai politik berkomitmen untuk membangun tradisi tersebut kelak akan menguatkan partisipasi publik dalam berbagai agenda politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, selamat berjuang para legislator pilihan rakyat di gelanggang yang penuh tantangan, godaan dan harapan. Seperti dua sisi pisau, jika gegabah maka akan melukai diri sendiri. Buktikan legislator baru itu akan membawa harapan baru menjadi kenyataan. Anda pasti bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-5757117602927562303?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/5757117602927562303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/5757117602927562303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/09/harapan-baru-rakyat.html' title='Harapan Baru Rakyat'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-755596223519090806</id><published>2009-09-08T15:10:00.000-07:00</published><updated>2009-09-08T15:13:04.304-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semangat Aji Mumpung'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anggota Dewan'/><title type='text'>Semangat Aji Mumpung</title><content type='html'>AJI mumpung rupanya tak mengenal perubahan zaman. Ia berjaya di zaman Orde Baru dan tetap berjaya di zaman Reformasi. Di kedua zaman itu sama saja, tatkala mendapatkan peluang, seseorang atau sekelompok masyarakat berlomba mendayagunakan dan memaksimalkan kesempatan untuk kepentingan sendiri.Mumpung sedang berkuasa, maksimalkanlah kesempatan itu untuk mengeruk kekayaan. Mumpung sedang mengendalikan anggaran, belanjakanlah apa yang bisa dibelanjakan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan DPRD adalah contohnya. Sedikitnya Rp61,8 miliar uang negara dihamburkan untuk itu.Perinciannya untuk pelantikan anggota DPR pada 1 Oktober dianggarkan sekitar Rp1,2 miliar, untuk pelantikan anggota DPRD di 33 provinsi akan dihabiskan Rp16,5 miliar, dan untuk pelantikan DPRD di 441 kabupaten/kota akan dihamburkan Rp44,1 miliar. Semua uang rakyat itu hanya untuk kepentingan seremoni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelantikan anggota Dewan sejatinya adalah kegiatan biasa. Ia tidak lebih dari hari pertama masuk sekolah bagi siswa baru. Mengapa untuk sebuah kehadiran pertama para wakil rakyat itu di gedung parlemen, negara harus menanggung dan menghamburkan uang demikian besar?Untuk hadir dalam pelantikan, anggota DPRD di sebuah wilayah, misalnya, harus mengenakan PIN kecil yang harganya dibanderol Rp5 juta per orang. Apa pentingnya barang kecil itu dengan biaya semahal itu? Apa pula perlunya uang rakyat dipakai untuk membeli baju dinas para anggota DPRD yang rata-rata juga mencapai Rp5 juta per orang? Tidakkah lebih baik uang itu untuk membantu korban gempa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelantikan anggota Dewan semestinya adalah titik tolak bagi wakil rakyat untuk mulai membuktikan komitmen mereka dengan bekerja dan mengabdi bagi kepentingan rakyat. Semangat yang seharusnya muncul dari wakil rakyat adalah mendedikasikan diri dengan efisien dan efektif untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat yang telah memilihnya dan diwakilinya di parlemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya itu murni demi kepentingan rakyat karena semua yang mereka lakukan dibiayai uang rakyat.Yang terjadi justru sebaliknya. Pelantikan anggota Dewan telah berkembang menjadi hari pertama atas kebebasan mengumbar aji mumpung. Yaitu mumpung menjadi anggota Dewan, mumpung memiliki posisi tawar, dan mumpung dibiayai oleh negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pada hari pertama masuk kerja saja anggota Dewan sudah datang dengan semangat aji mumpung seperti itu, bagaimana saat mereka berada di tengah-tengah masa jabatan, atau saat masa tugas mereka hampir berakhir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya anggota DPR dan DPRD yang terjerat kasus korupsi adalah bukti mereka telah dijangkit penyakit aji mumpung dan memelihara semangat itu selama bekerja sebagai wakil rakyat.Tentu tidak semua anggota Dewan berperilaku negatif dan tidak seluruh wakil rakyat bermental minus. Akan tetapi, jumlahnya merupakan pengecualian, karena kebanyakan wakil rakyat hasil Pemilu 2004 adalah wakil rakyat yang memalukan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan hasil Pemilu 2009?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menganggarkan dana besar bagi pelantikan anggota Dewan jelas awal yang buruk. Sebab itu, harus ada upaya menghentikannya. Beranikah wakil rakyat hasil Pemilu 2009 melakukannya? Beranikah mereka menolak dilantik dengan semangat aji mumpung?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-755596223519090806?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/755596223519090806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/755596223519090806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/09/semangat-aji-mumpung.html' title='Semangat Aji Mumpung'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-2794211580987290788</id><published>2009-08-11T03:22:00.001-07:00</published><updated>2009-08-11T03:26:13.979-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aliansi Jurnalis Independen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia negara demokratis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sistem hukum Indonesia'/><title type='text'>Apakah Indonesia negara demokratis?</title><content type='html'>Indonesia lahir sebagai sebuah negara di akhir perang dunia kedua. Tepatnya ketika pasukan sekutu pimpinan Amerika Serikat berhasil mengalahkan Jerman dan menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki untuk mengakhiri perang di Pasifik. Seperti tertulis pada sejarah, Indonesia menetapkan 17 Agustus 1945 sebagai hari kemerdekaannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yang istimewa dari kemerdekaan itu adalah rangkaian kata-kata dalam pembukaan konstitusi republik yang berpihak pada kemerdekaan universal, mencerdaskan bangsa dan penghormatan pada hak individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembukaan konstitusi itu tidak dipikirkan dan dibuat dalam kurun waktu singkat. Namun, pemikiran tentang kemerdekaan dan kebebasan sebagai suatu bangsa dalam pergaulan diantara bangsa-bangsa yang lain sudah dirancang sejak masa sarjana muda Indonesia kembali dari perjalanan akademisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sarjana yang belajar ke negeri Belanda seperti Hatta dan Sjahrir, yang pergi ke Belanda karena politik etis Ratu Wilhelmina, belajar dengan cepat tentang kemerdekaan Perancis dan Amerika Serikat. Prinsip-prinsip tentang liberate, fraternite, dan egaliterite merasuk cepat pada pikiran-pikiran anak muda Indonesia kala itu. Sampai mereka di Indonesia organisasi-organisasi yang berjuang atas nama kemerdekaan dan kebebasan muncul dimana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slogan-slogan tentang kebebasan dan kemerdekaan berkibar dimana-mana. Kebebasan seperti kebebasan untuk berekspresi dan kemerdekaan untuk menentukan nasib sendiri merupakan salah satu misi utama yang diperjuangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan menyangkut pada hak-hak individu pribumi untuk bertindak tanpa paksaan dan dengan paksaan. Beragam implementasi kebebasan itu sendiri seperti, mendapatkan informasi dan menggunakan informasi serta menyampaikan informasi. Hak individu untuk bertindak dan berbuat tanpa gangguan dari penguasa. Kemerdekaan menentukan nasib sendiri terkait dengan hak-hak ekonomi dan sipil-politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, pemerintah kolonial Belanda di awal abad 1900-an, sangat tidak mentolerir tindakan-tindakan anak muda terkait kampanye dan pendidikan rakyat. Mereka anggap hal itu bisa membuat keonaran dan kerusuhan umum. Salah satu contoh praktek represif kolonial adalah saat mengadili Soekarno, Gatot Mangkoepradja, Maskoen Soemadiredja, dan Soepriadinata di Bandung. Kolonial menganggap aktivitas keempat anak muda itu akan mengancam pemerintah yang sah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan kebebasan dan kemerdekaan ini memang dimotori oleh azas-azas Revolusi Perancis dan Amerika. Sikap politik liberalisme ini di awal abad ke-19 menjadi semangat politik di seluruh dunia, termasuk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum liberal menginisiasi prinsip kebebasan. Pada dasarnya mereka menganggap manusia sebagai makluk rasional. Gagasan-gagasan dari pemikiran liberal ini diantaranya adalah:[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: Pembatasan tindakan pemerintah yang aktifitas dan wewenang kekuasaannya harus terikat pada terjaminnya hak-hak kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua; Persoalan-persoalan individu dan negara atau individu dan individu harus berdasarkan hukum. Artinya secara hukum, paham ini menghendaki negara berciri negara hukum yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana Indonesia sejak kemerdekaan hingga hari ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup pelik menyatakan Indonesia berstatus A atau B. Dihitung sejak era reformasi, ketika suara kebebasan bergema seperti era perjuangan kemerdekaan, desakan agar negara menghormati hak-hak individu gencar diperjuangkan. Hasilnya, instrumen negara malah membuat beberapa produk aturan yang berimplikasi pada pemenjaraan warga negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sistem hukum Indonesia, muatan Kitab Undang-undang Hukum Pidana dikenal tiga jenis tindak pidana terkait dengan penghinaan, yaitu pencemaran, fitnah dan penghinaan ringan. Penghinaan atau defamation secara harfiah didefinisikan sebagai sebuah tindakan yang merugikan nama baik dan kehormatan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih adanya penggunaan ketentuan itu dalam sistem hukum Indonesia, pro dan kontra terus berlanjut. Sisi yang pro menghapus ketentuan defamation merupakan aturan pembatasan dalam kebebasan berekspresi dan berpendapat yang diduga hanya untuk membatasi akses masyarakat terhadap informasi. Sementara pembuat UU menyatakan hal ini untuk mencegah warga negara saling menghina di depan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak-pihak seperti Aliansi Jurnalis Independen, Dewan Pers, Persatuan Wartawan Indonesia, dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia pernah menggugat penghapusan pasal-pasal ini ke Mahkamah Konstitusi. Tapi pihak Mahkamah tidak mengabulkan gugatan mereka dan mempertahankan keberadaan pasal-pasal penghinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca keputusan itu, pembuat UU malah mengeluarkan produk baru undang-undang. Pasal-pasal penghinaan tidak hanya dimuat dalam KUHP, tapi juga dalam undang-undang baru yang disebut UU Informasi dan Transfer Elektronik. Isu yang mengemuka UU ITE malah lebih ”galak” dibanding KUHP memberi ruang yang samar apakah seseorang bisa membela diri atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana dalam KUHP, seseorang dianggap mencemarkan nama baik bisa membela diri jika menggunakan pendapat atau tulisannya untuk kepentingan umum atau membela diri. Sedangkan dalam UU ITE hal ini tidak diatur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin kuatnya pasal-pasal penghinaan dalam sistem hukum Indonesia lantas menimbulkan pertanyaan akan kemana nasib kebebasan itu sendiri di negeri yang mengaku demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-2794211580987290788?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/2794211580987290788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/2794211580987290788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/08/apakah-indonesia-negara-demokratis.html' title='Apakah Indonesia negara demokratis?'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-2853972370313912951</id><published>2009-08-11T03:18:00.000-07:00</published><updated>2009-08-11T03:19:29.569-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CALON bupati INDEPENDEN'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='persyaratan independen'/><title type='text'>CALON BAURAN PARPOL &amp; INDEPENDEN</title><content type='html'>Wacana dikotomi calon Independen vs Parpol nampaknya tidak akan pernah berhenti, hal ini bisa kita pelajari perkembangan negara-negara maju yang mengesahkan calon independen berkontestasi pada berbagai ajang politik pemilihan Kepala Daerah (eksekutif) maupun Legislatifnya. Namun jarang sekali peluang kemenangan itu berpihak pada calon independen.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin di belahan negara lain potensi konflik itu dapat dieliminir, namun di Indonesia rasanya perlu disikapi serius agar tidak terjadi konflik kedaerahan, kesukuan dan potensi konflik lainnya hal ini tentunya akan berbahaya dan merongrong kesatuan Negara dan Bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam prakteknya tidaklah mudah pula bagi calon Independen atau perseorangan bila memimpin suatu pemerintahan karena dukungan parlemen pun tentunya akan menjadi sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi yang dapat dilakukan untuk alam demokrasi politik ala Indonesia yang menganut sistem multi partai sehingga jarang sekali terjadinya dominasi perolehan suara oleh satu partai politik tertentu, tidaklah keliru dan berlebihan bila diusulkannya aturan yang mengakomodir bauran (campuran) calon Independen dengan Partai Politik ataupun sebaliknya Calon Partai Politik dengan tambahan dukungan perseorangan/Independen. sebagai ilustrasi dan contoh : (1)  Apabila Pasangan Calon yang akan mengajukan dirinya sebagai Calon Kepala Daerah &amp; Calon Wakil Kepala Daerah hanya mampu memperoleh dukungan perseorangan dari para pemilihnya sebesar 5% maka dapat dikabulkan/ disahkan persyaratannya apabila bergabung dengan satu atau lebih Partai Politik yang memiliki suara dukungan minimal 10 %. (2) Pasangan Calon Kepala Daerah yang diajukan oleh Partai Politik atau gabungan Partai Politik hanya mampu mengumpulkan persyaratan dukungannya 8 % maka dapat disetujui apabila mampu menambahkan suara dukungannya dari pemilih secara langsung sebesar minimal 7%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan solusi seperti tersebut bila diimplementasikan tentunya akan dapat mengeleminir potensi konflik dan wacana dikotomi independen atau parpol pun akan berakhir karena harmoni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-2853972370313912951?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/2853972370313912951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/2853972370313912951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/08/calon-bauran-parpol-independen.html' title='CALON BAURAN PARPOL &amp; INDEPENDEN'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-1957119719176403631</id><published>2009-08-11T03:14:00.000-07:00</published><updated>2009-08-11T03:16:27.966-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='analisa politik calon independen'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CALON INDEPENDEN'/><title type='text'>CALON INDEPENDEN vs CALON PARPOL</title><content type='html'>Wajar-wajar saja apabila ada yang berpendapat bahwa putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang calon independen merupakan peringatan bagi partai politik, karena putusan tersebut menunjukkan kredibilitas partai politik sudah jauh merosot.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun sesungguhnya tidaklah sepenuhnya benar, penggiat Partai Politik pun selayaknya tidak menanggapi secara berlebihan atau “kebakaran jenggot” , karena logikanya perseorangan bila dibandingkan dengan sekelompok orang tentunya akan berlaku peribahasa “ringan sama dijinjing berat sama dipikul”, artinya kemungkinan menangnya perseorangan jauh lebih kecil ketimbang sekelompok orang yang bargabung dalam sistem Partai Politik yang mana jaringan serta kekuatan mekanisme organisasi akan sangat berperan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Introspeksi, pembenahan, perbaikan serta pelayanan yang terbaik oleh partai politik pada para konstituennya yang nota bene adalah rakyat harus lebih ditingkatkan, ego serta eksklusivisme komunitas partai sudah saatnya dibaurkan pada kepentingan rakyat, bukan dibalik rakyat harus membaur dan harus mengerti kepentingan Partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selayaknya bila diperkenankannya calon Independen dalam pilkada maka tidak boleh dibedakan persyaratannya dengan calon dari Partai Politik. Adalah sangat menyesatkan bila ada yang berpendapat Calon Independen diperlunak persyaratannya sebagai contoh syarat dukungan, bila dari PARPOL maka syaratnya harus minimal 15 % dari total pemilih, sedangkan calon independen dapat lebih rendah. Apakah mudah bagi Partai Politik untuk memperoleh persyaratan 15 % tersebut? Berapa waktu, biaya dan sumberdaya manusia yang dibutuhkannya? Jadi sangatlah Naif bila Calon Independen diperlakukan istimewa dan khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-1957119719176403631?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/1957119719176403631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/1957119719176403631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/08/calon-independen-vs-calon-parpol.html' title='CALON INDEPENDEN vs CALON PARPOL'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-7292577785340116922</id><published>2009-06-19T00:07:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T00:11:34.528-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='capres'/><title type='text'>Kampanye dan Janji-Janji Capres-Cawapres</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/Sjs6FtbSqAI/AAAAAAAAAFM/ZTpbJ4YxhR8/s1600-h/lampung.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 250px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/Sjs6FtbSqAI/AAAAAAAAAFM/ZTpbJ4YxhR8/s320/lampung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348932852200417282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jauh hari sebelum pelaksanaan kampanye, banyak pemilih yang sudah memiliki preferensi (pilihan) tentang pasangan calon presiden/wakil presiden (capres/cawapres) mana yang akan dipilih. Sebagian di antara pemilih masih ragu-ragu, ada pula yang masih belum menentukan pilihan. Bagi pemilih yang sudah cukup kuat menentukan pilihan, biasanya sulit berubah ke lain hati. Tetapi bagi yang masih ragu-ragu, apalagi yang masih belum menentukan pilihan, masih bisa berubah. Ada pula yang tetap tidak bisa menentukan pilihannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir ini biasanya kemudian memutuskan untuk tidak memilih (golput). Dalam situasi seperti itu, musim kampanye merupakan musim yang cukup penting. Kampanye bisa berfungsi sebagai instrumen untuk meneguhkan atau mengubah predisposisi seperti itu. Bagi pemilih yang sudah kuat menentukan dukungan, kampanye lebih berfungsi sebagai pemerkuat bahwa pilihannya itu tepat adanya.&lt;br /&gt;Bagi pemilih yang masih ragu-ragu, kampanye berfungsi sebagai indikasi atau petunjuk tentang pasangan mana yang harus mereka pilih. Pemilih ini akan berusaha membandingkan, pasangan mana yang lebih baik setelah melakukan observasi terhadap semua pasangan yang ada.&lt;br /&gt;Sementara itu, bagi pemilih yang masih belum menentukan, kampanye capres-cawapres berfungsi sebagai instrumen untuk meyakinkan apakah akan ikut memilih atau tidak. Ketika di antara capres ada yang dipandang baik untuk dipilih, mereka akan datang ke bilik suara. Sebaliknya, ketika di antara pasangan capres itu dipandang tidak ada yang layak untuk dipilih, mereka tidak akan datang ke bilik suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdebatan&lt;br /&gt;Semua pasangan capres ingin memperteguh dukungan pemilihnya, membujuk pemilih yang masih ragu-ragu dan yang belum menentukan pilihan, bahkan membujuk pemilih pasangan lain untuk pindah ke lain hati. Semangat ini, paling tidak, terlihat dari kampanye yang sudah dilakukan sejak dua Juni lalu.&lt;br /&gt;Di antara indikasi-indikasi itu, masing-masing pasangan calon berusaha mengeluarkan isu-isu yang bisa menjadi pembeda dengan pasangan capres lain. Pasangan Mega-Prabowo, misalnya, mengusung isu ekonomi kerakyatan dan antineoliberalisme. Pasangan SBY-Boediono melontarkan isu tata kelola pemerintahan yang baik dan model pembangunan berbasis pertumbuhan dan pemerataan sekaligus.&lt;br /&gt;Selain mereka, pasangan JK-Wiranto mengeluarkan slogan lebih cepat lebih baik di dalam membangun. Lontaran yang berbeda-beda itu cukup efektif melahirkan perdebatan di antara pasangan capres dan para pendukungnya. Masing-masing berusaha menjadikan isu-isu itu sebagai basis argumentasi untuk mengeluarkan gagasan-gagasan untuk Indonesia ke depan, juga sebagai basis untuk "menyerang" pasangan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah mengherankan bila dalam minggu-minggu terakhir perdebatan mengenai isu-isu semacam itu cukup intens, baik antarpasangan calon maupun antarpendukung. Kecenderungan semacam itu, dalam taraf tertentu, sangat menguntungkan bagi pemilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pemilih, khususnya pemilih yang rasional, bisa menyaksikan perdebatan tentang isu-isu, termasuk bagaimana masing-masing pasangan merespons "serangan" dari pasangan lain. Khusus bagi pemilih yang masih ragu-ragu atau yang masih belum menentukan pilihan, perdebatan semacam itu bisa dijadikan sebagai pertimbangan tentang pasangan calon mana yang akan dipilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih Umum&lt;br /&gt;Posisi yang lebih jelas dari masing-masing pasangan itu seharusnya bisa dijadikan sebagai titik tolak untuk merumuskan program-program atau janji-janji yang akan dilaksanakan lima tahun yang akan datang. Masing-masing calon juga sudah berusaha melakukannya. Hanya saja, apa yang dilakukan oleh pasangan calon itu acap masih terlalu umum, masih belum operasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalkan saja, masing-masing pasangan calon mematok pertumbuhan ekonomi ke depan jauh lebih baik. Bahkan ada yang ingin mematok di atas dua digit. Instrumen seperti apa yang akan dipakai untuk pertumbuhan demikian, belum jelas. Taruhlah mereka bermaksud menggunakan instrumen kebijakan fiskal dan moneter. Kebijakan fiskal dan moneter seperti apa yang hendak dipakai, belum menjadi perdebatan serius.&lt;br /&gt;Kalau hendak menggunakan instrumen lain, instrumen apa dan bagaimana mekanisme atau kerangka kerjanya. Hal serupa terjadi pada isu-isu yang lain. Sebagai contoh, mereka bermaksud mengedepankan aspek pemerataan atau ekonomi kerakyatan. Instrumen kebijakan apa yang hendak dilakukan dan bagaimana mekanisme kerjanya, juga masih terlalu umum.&lt;br /&gt;Pada isu-isu pemerataan atau ekonomi kerakyatan, pasangan calon lebih terpaku pada sisi pengeluaran, misalnya melalui kebijakan pemberian stimulus, subsidi, atau jaminan sosial. Padahal, kebijakan-kebijakan semacam itu tidak akan teroperasionalisasi secara baik manakala sisi masukan atau pendapatan belum jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan penting yang bisa diajukan adalah, bagaimana melakukan pembiayaan terhadap kebijakan-kebijakan semacam itu? Taruhlah akan dilakukan melalui kebijakan fiskal, kebijakan seperti apa? Apakah kebijakan yang dibuat itu tidak akan mengganggu kebijakan pada sektor-sektor yang lain? Isu-isu yang lebih operasional belum banyak dieksplorasi dan dijelaskan oleh masing-masing pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah mengherankan kalau kemudian ada yang berpandangan bahwa isu-isu yang dimunculkan oleh masing-masing calon masih berupa janji-janji semata. Operasionalisasi dari janji-janji itu masih belum tampak jelas. Padahal, bagi kelompok pemilih yang rasional, adanya operasionalisasi program atau janji-janji yang lebih jelas merupakan sesuatu yang penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui operasionalisasi ini para pemilih semacam itu tidak hanya bisa menilai apakah program-program yang dilontarkan itu masuk akan (workable) atau tidak. Meski programnya kelihatan bagus, bila tidak workable tidak akan menarik. Selain itu, pemilih semacam itu juga akan menilai, apakah program-program yang dijanjikan itu akan menguntungkan mereka atau tidak. Manakala pemilih itu merasa diuntungkan, mereka akan memilihnya. Sebaliknya, ketika mereka merasa terugikan oleh program-program yang ditawarkan, mereka tidak akan memilihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksimalisasi Kesempatan&lt;br /&gt;Memang, pemilih kita masih belum didominasi oleh pemilih rasional. Di antara mereka masih lebih mengedepankan masalah leadership dan ikatan ideologis. Tetapi pemilih yang rasional semakin banyak. Karena itu, pasangan calon harus pandai-pandai mendekati kelompok pemilih demikian melalui jabaran isu-isu yang lebih operasional dan cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ada tersisa waktu bagi pasangan capres-cawapres untuk memunculkan gagasan-gagasannya secara lebih konkret. Paling tidak, banyak gagasan-gagasan yang masih abstrak itu bisa dijabarkan ke program-program yang lebih operasional. Mudah-mudahan waktu tersisa ini bisa dipakai, di antaranya, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Bukan sekadar kualitatif, melainkan juga kuantitatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, musim kampanye bukan sebagai penentu utama di dalam memengaruhi pemilih. Sebelum musim kampanye di antara pemilih sudah memiliki pilihan sendiri-sendiri, tapi adanya tawaran-tawaran program yang lebih membumi akan memperkuat pilihan itu. Tidak tertutup pula kemungkinan bisa menarik pemilih dari pasangan calon lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-7292577785340116922?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/7292577785340116922'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/7292577785340116922'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/06/kampanye-dan-janji-janji-capres.html' title='Kampanye dan Janji-Janji Capres-Cawapres'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/Sjs6FtbSqAI/AAAAAAAAAFM/ZTpbJ4YxhR8/s72-c/lampung.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-6012154587811741538</id><published>2009-06-02T08:44:00.000-07:00</published><updated>2009-06-02T08:46:59.827-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>Prabowo Sumbang Dana Kampanye Terbesar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SiVJWtHWKrI/AAAAAAAAAE8/fUwTPcbU3ks/s1600-h/prabowo.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 115px; height: 95px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SiVJWtHWKrI/AAAAAAAAAE8/fUwTPcbU3ks/s320/prabowo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342757187361319602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA - Hari ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan dana kampanye pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 8 Juli mendatang. Pengumuman dilaksanakan Ketua KPU Abdul Hafiz Ansyari didampingi anggota KPU Andi Nurpati dan Endang Sulastri di Media Center KPU, Jakarta, Selasa (2/6/2009).&lt;br /&gt;Ketua KPU Abdul Hafiz mengatakan, hingga tanggal 1 Juni pukul 16.30 WIB&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;KPU sudah menerima laporan jumlah dana kampanye dari tiga kandidat lengkap dengan sumber pemberi sumbangan.&lt;br /&gt;Pasangan Mega-Prabowo melaporkan dana kampanye sebesar Rp20.005.000.000, SBY-Boediono sebanyak Rp20.003.010.000, dan duet JK-Wiranto senilai Rp10.250.000.000. "Data tersebut sudah diterima lengkap oleh KPU. Untuk pasangan Mega-Prabowo penyumbang paling besarnya Pak Prabowo yaitu Rp15.005.000.000 dan Ibu Mega menyumbang Rp5 miliar," papar Abdul Hafiz.&lt;br /&gt;Sementara itu, kata Ketua KPU, pasangan SBY-Boediono mendapat sumbangan dana kampanye dari dari partai dan perusahaan. Dari kalangan partai besarannya rata-rata Rp25 juta. Penyumbang paling banyak dari pihak perusahaan tercatat PT Sohibul Barokah sebesar Rp5 miliar, PT Sohibul Eksperindo Internasional sebesar Rp3,5 miliar, dan PT Tri Manunggal Abadi sebanyak Rp3 miliar.Untuk pasangan JK-Wiranto, penyumbang terbesar datang dari Partai Golkar sebanyak Rp7 miliar, sedangkan Partai Hanura menyumbang sejumlah Rp3 miliar.&lt;br /&gt;Menurut Anbdul Hafiz, sumbangan bentuknya dari luar yaitu perorangan atau pribadi maksimal Rp1 miliar, sedangkan dari perusahaan paling tinggi Rp5 miliar. "Kalau ada dari partai yang bersangkutan atau pribadi yang bersangkutan itu tidak dibatasi," imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-6012154587811741538?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/6012154587811741538'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/6012154587811741538'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/06/prabowo-sumbang-dana-kampanye-terbesar.html' title='Prabowo Sumbang Dana Kampanye Terbesar'/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SiVJWtHWKrI/AAAAAAAAAE8/fUwTPcbU3ks/s72-c/prabowo.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-7205623087387702981</id><published>2009-02-14T05:43:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T06:14:44.450-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SZbRSokPUdI/AAAAAAAAAEs/E3sHGgA7Uwc/s1600-h/partai+peserta+pemilu.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 102px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SZbRSokPUdI/AAAAAAAAAEs/E3sHGgA7Uwc/s320/partai+peserta+pemilu.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302655729332605394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);font-family:Arial;" &gt;PARTAI PESERTA PEMILU 2009&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Partai Hati Nurani Rakyat ( Hanura )&lt;br /&gt;2. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)&lt;br /&gt;3. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia&lt;br /&gt;4. Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)&lt;br /&gt;5. Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA)&lt;br /&gt;6. Partai Barisan Nasional (Barnas)&lt;br /&gt;7. Partai Keadilan Dan Persatuan Indonesia (PKPI)&lt;br /&gt;8. Partai Keadilan Sejahtera&lt;br /&gt;9. Partai Amanat Nasional (PAN)&lt;br /&gt;10. Partai Perjuangan Indonesia Baru ( PPIB )&lt;br /&gt;11. Partai Kedaulatan&lt;br /&gt;12. Partai Persatuan Daerah (PPD)&lt;br /&gt;13. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)&lt;br /&gt;14. Partai Pemuda Indonesia&lt;br /&gt;15. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNI- Marhaenisme)&lt;br /&gt;16. Partai Demokrasi Pembaruan&lt;br /&gt;17. Partai Karya Perjuangan&lt;br /&gt;18. Partai Matahari Bangsa&lt;br /&gt;19. Partai Penegak Demokrasi Indonesia. (PPDI)&lt;br /&gt;20. Partai Demokrasi Kebangsaan&lt;br /&gt;21. Partai Republik Nusantara (RepublikaN)&lt;br /&gt;22. Partai Pelopor&lt;br /&gt;23. Partai Golongan Karya (Partai GOLKAR)&lt;br /&gt;24. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)&lt;br /&gt;25. Partai Damai Sejahtera ( PDS )&lt;br /&gt;26. Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia&lt;br /&gt;27. Partai Bulan Bintang (PBB)&lt;br /&gt;28. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P)&lt;br /&gt;29. Partai Bintang Reformasi ( PBR )&lt;br /&gt;30. Partai Patriot&lt;br /&gt;31. Partai Demokrat&lt;br /&gt;32. Partai Kasih Demokrasi Indonesia&lt;br /&gt;33. Partai Indonesia Sejahtera&lt;br /&gt;34. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU)&lt;br /&gt;partai aceh&lt;br /&gt;41. Partai Merdeka&lt;br /&gt;42. Partai Persatuan Nahdatul Ummah Indonesia.&lt;br /&gt;43. Partai Serikat Indonesia.&lt;br /&gt;44. Partai Buruh.&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CPAKARL%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);font-family:Arial;" &gt;HASIL POLING PARTAI PILIHAN ANDA SELENGKAPNYA&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" charset="utf-8" language="javascript" src="http://static.polldaddy.com/p/1369037.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;noscript&gt; &lt;a href ="http://answers.polldaddy.com/poll/1369037/"&gt;Silahkan Pilih Partai Pilihan Anda&lt;/a&gt;  &lt;br/&gt; &lt;span style="font-size:9px;"&gt; (&lt;a href ="http://www.polldaddy.com"&gt;  polls&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/noscript&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-7205623087387702981?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://permala.blogspot.com/2009/02/silahkan-pilih-partai-pilihan-anda.html' title=''/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/7205623087387702981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/7205623087387702981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/02/silahkan-pilih-partai-pilihan-anda.html' title=''/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SZbRSokPUdI/AAAAAAAAAEs/E3sHGgA7Uwc/s72-c/partai+peserta+pemilu.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-7157331458076484392</id><published>2009-01-19T10:21:00.000-08:00</published><updated>2009-01-24T11:05:02.915-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagu lampung'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kolesi lagu ne Arifin jama Putra Hila Hambala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bacak Angkon Jak Totokh&lt;br /&gt;lintak-lintuk kham usaha nyepok khakhungan ibakhat ne ki jukung khelop patoh kayuhan, injuk hane sakiman cambai mak dok junjungan.. sikam juba nyampaikon lagu-lagu timbai... mudahan dapok jadi engok-engokan ne minak muakhi jama pekon halaman sai ti tinggal kon..lebih kukhangne unduh dija gaoh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. di tingal bapak......vokal ne arifin................&lt;a href="http://www.blogger.com/%20http://www.ziddu.com/download/3237016/DitinggalBApak.MP3.html"&gt;downloaddija&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. gekhing tanggalan ...vokal ne arifn................. &lt;a href="http://www.blogger.com/%20http://www.ziddu.com/download/3237106/GekhingTenggalan.MP3.html"&gt;downloaddija&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. Hiwangku............................................&lt;a href="http://www.blogger.com/%20%20%20http://www.ziddu.com/download/3237174/Hiwangku.mp3.html"&gt;Downloaddija&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. lipang kahaga......vokal Arifin.....................&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3237224/LIPANG_KEHAGA.MP3.html%20%20"&gt;Downloaddija&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. Tagan ko nyak Tidaya............vokal Arifin........&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3237333/TAGAN_KO_NYAK_TIDAYA.MP3.html%20"&gt;downloaddija&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;6. merak bakauheni……...................................&lt;a href="http://www.blogger.com/%20http://www.ziddu.com/download/3237551/MERAK_BAKAU.MP3.html"&gt;downloaddija&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;album perdana anak ne penyanyi kham hila hamabala sai gelakh ne Aril Hambala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mamula putungga......vokal Aril Hambala ....&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3290413/DIV00001.MP3.html"&gt;unduhdija&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. bulan pukhnama......&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;vokal Aril Hambala ..  &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3291030/bulanpukhnama.MP3.html"&gt;unduh dija&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;3. Sampai hati............. vokal aril Hambala......&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3290868/sampaihati.MP3.html"&gt;unduhdija&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-7157331458076484392?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/7157331458076484392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/7157331458076484392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/01/bacak-angkon-jak-totokh-lintak-lintuk_19.html' title=''/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-8479231878878717281</id><published>2009-01-17T22:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T22:41:48.771-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lagu lampung'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tabik pun ngalam pukha.. sikin dua khaga kheni kon koleksi lagu lampung sikam, mudah - mudahan lagu sinji dapok nambah kecintaan kham se unyin ne jama adat khek seni kham lampung.. injuk disapaya… mak kham sapa lagi mak ganta kapan lagi kham tilestarikhon adat khek seni lampung…..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Dang Lupa Yu Puakhi tah kon komentar ni di debah na….&lt;/font&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;&lt;strong&gt;silahkan minak muakhi ngunduh ne&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Cadang Hati…… &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3129545/CadangHati.mp3.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. Di Tinggal TKW … Hila Hambala….. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3130003/106tkw.mp3.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. Lampung sai agung……….&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3130131/D_Lampungsaiagung.mp3.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;4. Jejama Ngandan………………………&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3130195/jejamangandan.mp3.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;5. Lapah Semanda … Hila Hambala … Gitar Tunggal ……. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3130364/LapahSemanda.mp3.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6. Pisang Ambon … lampung sai agung…. dangdhut… &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3130465/pisangambon.mp3.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7. Ngajong Khua … dangdhut… vokal  Hila hambala  ………… &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3130508/nGAJONGkHUA....hILAhAMBALA.mp3.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;8. Katan hati …..vokal  Hila Hambala  ………… &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3130590/kATANhATI....hILAhAMBALA.mp3.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;9. Neng Sarboa’h …Vokal  Hila Hambala  ………… &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3130663/nengsarboah.mp3.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;10. Udia……………Vokal  Hila Hambala  ………… &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3130685/U_D_I_A.MP3.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;11. Antara Lampung — Singapore…… Johan DX……………&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3130722/LanpungSingporeJohanDX.mp3.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;11. Duta Wisata … Johan DX……………&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3130742/DutaWisataJohanDX.mp3.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;12. Gatol-Gatol …. Vokal Tarmizi.As………………&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3130885/Gatol-gatol.mp3.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;13. Demon Seminggu…..Vokal  Hila Hambala  ……….. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3130887/DemonSeminggu.mp3.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;14. Bukhubah Cakha….. Gitar Tunggal … Vokal  Hila Hambala  ….. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3130884/BukhubahCakha.mp3.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;15. Dipumain……………. Vokal  Hila Hambala  ……….. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3130886/DiPumain........HilaHambala.mp3.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;16. Balin Pilih Vokal  Hila Hambala  ……….. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3130888/bALINpILIH....hILAhAMBALA.mp3.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;17. Adeh Sayang……………….Hila Hambala  ……….. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3131107/aDEKsAYANG....hILAhAMBALA.mp3.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;18. Balin Cakha………………Hila Hambala  ……….. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3131110/balincakha.mp3.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;19 Bebay Cakhiwit………………Hila Hambala  ……….. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3131108/bebaycakhiwit.mp3.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;20. Desember Putungga………………..Hila Hambala  ……….. &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3131111/DesemberPutungga.mp3.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;21.. Ibakhat Kumbang…………………………….&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3131109/IbakhatKumbang.mp3.html"&gt;download&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;strong&gt;Khadu antak ija pai yoo puakhi beno ti tambah luwot buya moneh nulis ne….&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;font style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;strong&gt;isya Allah Sikin Dua dapok ngeupload ko koleksi sikam Sai Bakhih&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-8479231878878717281?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/8479231878878717281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/8479231878878717281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2009/01/tabik-pun-ngalam-pukha.html' title=''/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-5783967834097074203</id><published>2008-04-09T02:57:00.000-07:00</published><updated>2009-01-18T01:27:17.250-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='barinndo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ormas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pakarpangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='partai karya perjuangan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SXL1Mi8locI/AAAAAAAAAC4/z5Q5f_2C404/s1600-h/logo.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 155px; height: 103px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SXL1Mi8locI/AAAAAAAAAC4/z5Q5f_2C404/s320/logo.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292562108001919426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-size:130%;" &gt;&lt;strong&gt;Partai Otonom Pertama di Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Partai karya perjuangan&lt;/strong&gt; (Pakar Pangan) di sambut baik oleh masyarakat lampung, karena lahirnya Partai Karya Perjuangan diharapkan membawa warna baru di dunia politik di tanah air.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;partai Karya perjuangan dengan Partai Otonomya harus lebih siap menampung aspirasi rakyat, sesuai dengan semboyannya Karya Lokal Perjuangan Nasional" harpan besar masyarakat Partai ini segera melakukan langkah-langkah yang kongkrit untuk kepentingan Masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tentang Pilgub lampung Partai ini belum memberikan warna atau dukungan terhadap calon gubernur lampung, terdengan isu di markas daerah partai ini akan mendukung pasangan Alzier dan Bambang Sudibyo. karena Bambang merupakan Ketua BARINDO lampung,sedangkat barindo merupakan emberio Partai karya perjuangan, namun ketika di konfermasi Ketua Partai Karya Perjuangan Provinsi Lampung Ir. Andi Supriatna. MS. menyangkal isu tersebut.....&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;menurutnya partai nya memang merupakan senyawa dengan Barindo tetapi masalah Pilgub merupakan Aspirasi rakyat lampung.. dan belum tentu Pakar Pangan akan dukung Bambang  karna pakar pangan merupakan partai otonom, sedangkan barindo merupakan Ormas yang jelasnya pakar pangan Aspiratif terhadap Pilgub Lampung...tegasnya..&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;permala... 6/4/2008&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-5783967834097074203?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/5783967834097074203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/5783967834097074203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2008/04/partai-otonom-pertama-di-indonesia.html' title=''/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SXL1Mi8locI/AAAAAAAAAC4/z5Q5f_2C404/s72-c/logo.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-123557108967992490</id><published>2008-04-09T02:53:00.000-07:00</published><updated>2008-04-09T02:57:01.690-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;strong&gt;Berikut nama Parpol dan ketuanya yang lolos verifikasi Depkum HAM:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;1. Partai Hati Nurani Rakyat, Wiranto.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;2. Partai Peduli Rakyat Nasional, Amelia A Yani.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;3. Partai Demokrasi Pembaruan, Roy BB Janis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;4. Partai Republiku Indonesia, Wahyu Sasongko.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;5. Partai Matahari Bangsa, Imam Addaruqutni.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;6. Partai Karya Perjuangan, Jackson Andre William.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;7. Partai Kongres, Zakariani Santoso.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;8. Partai Kerakyatan Nasional, Soebiantoro.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;9. Partai Gerakan Indonesia Raya, Suhardi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;10. Partai Barisan Nasional, Roy Sembel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;11. Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia, Eros Djarot.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;12. Partai Peduli Daerah, Mohammad Rafi'ie Husien.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;13. Partai Patriot, Yapto Soelistio.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;14. Partai Kebangkitan Nasional Ulama, Choirul Anam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;15. Partai Pembaruan Bangsa, Engelina H Pattiasina.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;16. Partai Nusantara Kesatuan RI, RMH Heroe Syswanto.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;17. Partai Bintang Bulan, Hamdan Zoelva.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;18. Partai Kristen Demokrat, Tommy Sihotang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;19. Partai Demokrasi Indonesia, Mentik Budiwiyono.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;20. Partai Republika Nusantara, Syahrir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;21. Partai Persatuan Sarikat Indonesia, Rahardjo Tjakraningrat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;2. Partai Indonesia Sejahtera, Budiyanto Darmastono.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;23. Partai Kedaulatan, Ibrahim Basrah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;4. Partai Nurani Umat, Mucharor&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-123557108967992490?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/123557108967992490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/123557108967992490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2008/04/berikut-nama-parpol-dan-ketuanya-yang.html' title=''/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-2817316954449865240</id><published>2008-01-22T00:13:00.000-08:00</published><updated>2008-01-22T01:59:31.096-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;SISTEM PERKAWINA DALAM MASYARAKAT LAMPUNG SAIBATHIN.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menurut ketentuan-ketentuan adat system perkawian masyarakat Lampung Saibatin yang menganut garis keturunan Bapak (Patrachaat) menganut 2 sistem pokok yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1 Sistem Perkawian Nyakak Atau Matudau&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem ini disebut juga system perkawina Jujur karena lelaki mengeluarkan uang untuk membayar jujur/Jojokh (Bandi Lunik) kepada pihak keluarga gadis (calon istri).&lt;br /&gt;Sistem nyakak atau mantudau dapat dialksanakan dua cara:&lt;br /&gt;Cara Sabambangan : Cara ini si Gadis dilarikan oleh bujang dari rumahnya dibawa rumah adat atau rumah si bujang. Biasanya pertama kali sampai si gadis ditempat sibujang dinaikan dinaikan kerumah kepala adat atau jukhagan baru di bawa pulang kerumahnya oleh keluarga si bujang. Ciri bahwa si gadis nyakak/mentudau si gadis meletakkan surat yang isinya memberitahu orang tuanya kepergiannya Nyakak atau mentudau dengan seorang bujang (dituliskan Namanya), keluarganya, kepenyimbangannya serta untuk menjadi istri keberapa, selain itu meninggalakan uang pengepik atau pengluah yang tidak ditentukan besarnya, hanya kadang-kadang besarnya uang pengepik dijadikan ukuran untuk menentukan ukuran uang jujur (bandi lunik). Surat dan uang diletakkan ditempat tersembunyi oleh si gadis. Setelah gadis sampai di tempat keluarga si bujang, kepala adat pihak si bujang memerintahkan orang-orang adat yang sudah menjadi tugasnya untuk memberi kabar secara resmi kepada pihak keluarga si gadis bahwa anak gadisnya yang hilang telah berada di kelaurga mereka dengan tujuan untuk dipersuntung oleh salah satu bujang anggota mereka.mereka yang memberitahu ini membawa tanda-tanda mengaku salah bersalah ada yang menyerahkan Kris, Badik dan ada juga dengan tanda Mengajak pesahabatan (Ngangasan, Rokok, Gula, Kelapa,dsb) acara ini disebut Ngebeni Pandai atau Ngebekhi tahu. Sesudah itu berarti terbuka luang untuk mengadakan perundingan secara adat guna menyelesaikan kedua pasangan itu. Segala ketentuan adat dilaksankan sampai ditemukan titik kemufakatan, kewajiban, pihak bujang pula membayar uang penggalang sila ke pihak adat si gadis&lt;br /&gt;Cara tekahang (sakicik Betik) : cara ini dilakukan terang-terangan. Keluarag bujang melamar langsung si gadis setelah mendapat laporan dari pihak bujang bahwa dia dan si gadis saling setuju untuk mendirikan rumah tangga pertemuan lamaran antara pihak bujang dan si gadis apabila telah mendapat kecocokan menentukan tanggal pernikahan temp[at pernikahan uang jujur, uang pengeni jama hulun tuha bandi balak (Mas Kawin), bagaimana caranya penjemputan, kapan di jempu dan lain-lain. Yang berhungan dengan kelancaran upacara pernikahan. Biasanya saat menjemput pihak keluarga lelaki menjemput dan si gadis mengantar. Setelah samapi ditempat sibujang, pengantin putrid dinaikan kerumah kepala adat/ jukhagan, baru di bawa pulang ketempat si bujang. Sesudah itu dilangsungkan acara keramaian yang sudah dirancanakan. Dalam system kawin tekhang ini uang pengepik, surat pemberian dan ngebekhitahu tidak ada, yang penting diingat dalam system dalam nyakak atau mentudau kewajiban pihak pengantin pria adalah :&lt;br /&gt;1. Mengeluarkan uang jujur (bandi Lunik) yang diberitahukan kepada pihak pengantin wanita.&lt;br /&gt;2. Pengantin membayar kontan mas kawin mahar (Bandi Balak). Kepada si gadis yang sesuai dengan kemufakatan si gadis dengan sibujang.&lt;br /&gt;3. keluarga pihak pria membayar uang penggalang sila”Kepada kelompok adat si gadis&lt;br /&gt;4. mengeluarkan Jajulang / Katil yang berisi kue-kue (24 macam kue adat) kepada keluarga si gadis jajulang/katil ini duhulu ada 3 buah yaitu :&lt;br /&gt;1. Katil penetuh Bukha&lt;br /&gt;2. Katil Gukhu Ngaji&lt;br /&gt;3. Katil Kuakha&lt;br /&gt;Sekarang keadaan ekonomi yang susah katil cukup satu.&lt;br /&gt;4. Ajang yaitu nasi dangan lauk pauknya sebagai kawan katil.&lt;br /&gt;5. Memberi gelar / Adok kepada kedua pengantin sesuai dengan strata pengantin pria, sedangkan dari pihak gadis memberi barang berupa pakaian, alat tidur, alat dapur, alat kosmetik, dan lain sebagainya. Barang ini disebut sesan atau benatok, Benatok ini dapat diserahkan pada saat manjau pedom sedangkan pada system sebambangan dibawa pada saat menjemput, pada system tekhang kadang-kadang dibawa belakangan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Sistem perkawina Cambokh Sumbay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem perkawinan Cambokh Sumbay disebut juga Perkawianan semanda, yang sebenarnya adalah bentuk perkawinan yang calo suami calon suami tidak mengeluarkan jujur (Bandi lunik) kepada pihak isteri, sang pria setelah melaksanakan akad nikah melepaskan hak dan tanggung jawabnya terhadap keluarganya sendiri dia bertanggung jawab dan berkewajiban mengurus dan melaksankan tugas-tugas di pihak isteri. Hal ini sesuai dengan apa yang di kemukakan Prof. Hi. Hilman Hadi kusuma, :&lt;br /&gt;Perkawinan semanda adalah bentuk perkawinan tanpa membayar jujur dari pihak pria kepad pihak wanita, setelah perkawinan harus menetap dipihak kerabat istri atau bertanggung jawab meneruskan keturunan wanita di pihak isteri” (Prof. Hi. Hilman Hadi kusuma,1990:82)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masyarakat Lampung saibatin kawin semanda (Cambokh Sumbay) ini ada beberapa macam sesuai dengan perjanjian sewaktu akad nikah antara calon suami dan calon isteri atau pihak keluarga pengantin wanita.&lt;br /&gt;Dalam perkawinan semanda/ Cambokh sumbay yang perlu diingat adalah pihak isteri harus mengeluarkan pemberian kepada pihak keluarga pria berupa :&lt;br /&gt;1. Memberikan Katil atau Jajulang kepada pihak pengantin pria&lt;br /&gt;2. Ajang dengan lauk-pauknya sebagai kawan katil.&lt;br /&gt;3. Memberikan seperangkat pakaian untuk pengantin pria.&lt;br /&gt;4. Memberi gelar/adok sesuai dengan strata pengantin wanita.&lt;br /&gt;Sedangkan Bandi lunik atau jujur tidak ada sedangkan Bandi Balak atau maskawin dapat tidak kontan (Hutang). Pelunasannya etelah sang suami mampu membayarnya. Termasuk uang penggalang Silapun tidak ada,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari kedua system perkawinan diatas ada satu system perkawinan yang banyak dilakukan oleh banyak orang pada era sekarang. Akan tetapi bukan yang diakui oleh adat justru menentang atau berlawanan dengan adat system ini adalah “Sistem Kawin Lari atau kawin Mid Naib” Sistem perkawinan ini maksudnya adalah lari menghindari adat, Lari dimaksud disini tidak sama denga Sebambangan, Karena sebambangan lari di bawa ke badan hokum adat atau penyimbang, sedangkan kawin lari ini adalah si gadis melarikan bujang ke badan huku agama islam yaitu Naib (KUA) untuk meminta di nikahkan, masalh adat tidak disinggung-singgung, penyelesaian kawin seperti ini tidak ada yang bertanggung jawab secara adat, sebab kadang-kadang keluarga tidak tahu menahu, penyelesaian secara adat biasanya setelah akad nikah berlangsung apabila kedua belah pihak ada kecocokan masalah adatnya, antara siapa yang berhak anatara keduanya perempuan Nyakak/mentudau atau sang pria Cambokh Sumbay /Semanda.&lt;br /&gt;Kawin lari seperti ini sering dilakukan karena antara kedua belah pihak tidak ada kecocokan dikarnakan beberapa hal diantaranya :&lt;br /&gt;1. Sang Bujang belum mampu untuk berkeluarga sedangkan si Gadis mendesak harus di nikahkan secepatnya karena ada hal yang memberatkan Si gadis.&lt;br /&gt;2. Kawin lari semacam ini dilakukan karena keterbatasan Biaya, apabila perkawinan ini dilakukan secara adat atau dapat pula di simpulkan untuk menghemat biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam sitem perkawinan Cambokh Sumbay/Semanda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cambokh Sumabay Mati manuk Mati Tungu, Lepas Tegi Lepas Asakh. Cambokh Sumbay seperti ini merupaka cambokh sumbay yang murni karene Sang Pria datang hanya membawa pakaian saja, segala biaya pernikahan titanggung oleh si Gadis, anak keturunan dan harta perolehan bersama milik isteri sang pria hanya membantu saja, apabila terjadi perceraian maka semua anak, harta perolehan bersama milik sang isteri, suami tidak dapat apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Cambokh Sumbay Ikhing Beli, cara semacam ini dilakukan karena Sang Bujang tidak mampu membayar jujur (Bandi Lunik) yang diminta sang Gadis, pada hal Sang Bujang telah Melarika Sang Gadis secara nyakak mentudau, selam Sang Bujang belum mampu membayar jujur (Bandi Lunik) dinyatakan belum bebas dari Cambokh Sumabay yang dilakukannya. Apabila Sang Bujang sudah membayar Jujur (Bandi Lunik) barulah dilakukan acara adat dipihak Sang Bujang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cambokh Sumbay Ngebabang, Bentuk ini dikakukan karena sebenarnya keluarga sigadis tidak akan mengambil bujang. Atau tidak akan memasukkan orang lain kedalam keluarga adat mereka, akan tetapi karena terpaksa sementara masih ada keberatan –kebneratan untuk melepas Si Gadis Nyakak atau mentudau ketempat orang lain, maka di adakan perundingan cambokh sumbay Ngebabang, cambokh Sumaby ini bersyarat, umpanya batas waktu cambokh sumbay berakhir setelah yang menjadi keberatan pihak si gadis berakhir, Contoh : Seorang Gadis Anak tertua, ibunya sudah tiada bapaknya kawin lagi, sedangkan adik laki yang akan mewarisi tahta masih kecil, maka gadis tersebut mengambil bujang dengan cara Cambokh Sumabay Ngebabang, berakhirnya masa cambokh sumbay ini setelah adaik laki-laki tadi berkeluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cambokh Sumbay Tunggang Putawok atau Sai Iwa khua Penyesuk, Cara semacam ini dikarenakan antara pihak keluarga Sang Bujang dan Sang Wanita merasa keberatan untuk melepaskan anak mereka masing-masing. Sedangkan perkawinan ini tidak dapat di hindarkan, maka dilakukan permusyawaratan denga system Cambokh sumbay Say Iwa khua penyesuk cambokh sumabi ini berarti “ Sang pria bertanggung jawab pada keluarga isteri dengan tidak melepaskan tanggung jawab pada keluarganya sendiri, demikian pula halnya dengan Sang Gadis, Kadang kala sang wanita menetap di tempat sang suami&lt;br /&gt;5. Cambokh Sumbay Khaja-Kaja, ini merupakan bentuk yang paling unik diantara cambokh sumabay lainnya karena menurut adat Lampung Saibatin, Raja tidak boleh Cambokh Sumbay, ini terjadi Cambokh Sumbay karena Seorang anak Tua yang harus mewarisi tahta keluarganya Cambokh Sumbay kepada Seorang Gadis yang juga kuat kedudukan dalam adatnya, dan Sang Gadis tidak akan di izinkan untuk pergi ketempat orang lain.&lt;br /&gt;Untuk wadah dan sarana makanan dalam pesta perkawinan adapt lampung sai batin penulis belum bisa menyelesaikannya karena narasumber (Raja Perbasa – Kedondong Kab. Pesawaran) sudah meninggal dunia pada saat penulis belum selesai menuliskan artikel ini dan penulis belum mendapatkan sumber-sumber yang lebih akurat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hendra Permala dan M. Riyadi&lt;br /&gt;copyright 2007-2008 &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-2817316954449865240?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/2817316954449865240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/2817316954449865240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2008/01/sistem-perkawina-dalam-masyarakat.html' title=''/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-2898961848697348051</id><published>2008-01-21T23:28:00.000-08:00</published><updated>2008-01-22T02:13:27.972-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/R5XBqVjTiOI/AAAAAAAAABU/vHcY7pDrSGM/s1600-h/4.gif"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5158241881306663138" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/R5XBqVjTiOI/AAAAAAAAABU/vHcY7pDrSGM/s320/4.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Pahlawan Raden Intan II&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Radin Intan II putra dari radin intan kesuma II cucu dari radin inten I yang semuanya menantang bel anda, beliau dilahirkan tahun 1834 di desa kuripan marga dantara (sekarang penengaha lampung selatan) merupakan keturunan darah putih yang mempunyai pertalian erat dengan kerajaan banten।&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak muda radin intan II sangat tidak menyengi kehadiran kolonialis belanda di daerah lampung, radin intan II merupakan ratu sekaligus panglima perang dan ia pun merupakan seorang pemikir yang kuat.&lt;br /&gt;Pada tahun 1850 dalam usia yang ke 16 tahun, radin Intan II dinobatkan sebagai Ratu lampung dan pada tahun 1851 pasukan Belanda dibawah pimipinan Kapten Yuch denga 400 balatentara dan ditambag pasukan lainnya menyerang dan berusah merebut benteng pertahanan Radin Intan II yang berada di Merambung, namum usaha belanda menemui kegagalan mereka dapat dihancurkan oleh pasukan Radin Intan II ini semakin mengobarkan semangat perjuangan Masyarakat Lampung, berkali-kali belanda mengirimkabn pasukan untuk menghancurkan Pasukan Radin Intan II namun tetap mengalami kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hinggga pada tahun1856 belanda mengirimkan sebuah pasukan armada ke lampung yang berkekuatan 9 buah kapal perang,3 buah kapal pengangkut peralatan dan puluhan kapal mayang dan perahu jung, ekspedisi ini dipimpin oleh Kolonel Welson dengan bantuan Mayor Nata, Mayor Van Ostade, Mayor A. W. Weitsel, serangan besar-besaran pasukan belanda ini dihadapi pasukan Radin Intan II dengan gerilya dan siasat perang sehingga membingungkan pasuka belanda. Akhirnya Belanda menjlankan siasat licik dengan memperalat bawahan Radin Intan II, dengan demikian belanda dapat menyergap Radin Intan II pada saat itu beliau sedang bertemu dengan bawahannya , hingga terjadi pertempuran yang sangat dasyat . Radin Intan II mengerahkan segala kemampuanya melawan serangan belanda, namun karena jumlah dan persenjataan yang tidak seiimbang, sianga lampung tersebut gugur pada tanggal 5 Oktober 1856 dalam usia yang ke 22 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pembantu dan penasehat Radin Intan II yang terkenal :&lt;br /&gt;Ratu Mas. Ibu radin intan II, di makamkan di teluk betung, konon kabarnya sekarang Gunung Mas&lt;br /&gt;Haji Wahiya: beliau menyebrang ke lampung dari banten karena tidak mau di jajah belanda, waktu itu banten telah dikuasai oleh belanda.&lt;br /&gt;Wak Maas: juga seorang pejuang dari banten&lt;br /&gt;Singa Branta beliau seorang panglima Perang Radin Intan II&lt;br /&gt;Cincin beliau merupakan salah setu Panglima perang Radin Intan II beliau dimakamkan di pinggir jalan dari Kalianda arah Kuripan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singa Lampung telah tiada namun semangat juangnya jangan sampai hilang dari dari sang bumi rua jurai, untuk itu mari kita masyarakat lampung bahu membahu meneruskan perjuangan Radin Intan II dengan membangun Negeri yang kita cintai... &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-2898961848697348051?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/2898961848697348051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/2898961848697348051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2008/01/radin-intan-ii-putra-dari-radin-intan.html' title=''/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/R5XBqVjTiOI/AAAAAAAAABU/vHcY7pDrSGM/s72-c/4.gif' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-198636375941669094.post-2024293930007237932</id><published>2007-07-13T01:00:00.000-07:00</published><updated>2008-01-08T01:43:19.503-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Saatnya OMS Melepaskan Ketergantungan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/Rpc2NXEk7rI/AAAAAAAAAAM/EcaQx9oQ2jY/s320/kop.gif"&gt;&lt;/a&gt;Bagi sebagian besar organisasi masyarakat sipil di negara berkembang, termasuk Indonesia, menjalankan kegiatan operasional organisasi yang profesional tanpa mempunyai kemampuan finansial yang mendukung adalah suatu hal yang mustahil. Oleh karena itu, mencari bantuan dana dari pihak lain (termasuk pihak donor asing dari negara-negara maju ) merupakan salah satu agenda kegiatan yang tidak bisa dihindari. Asumsi inilah yang dikemukakan oleh Richard Holloway, seorang aktivis NGO donor yang berpengalaman berpuluh tahun, dalam bukunya berjudul " Menuju Kemandirian Keuangan: Buku Panduan mengenai Penggalangan Organisasi Masyarakat Sipil di Negara-negara Selatan". Dengan mengambil kasus organisasi masyarakat sipil (OMS) dan LSM/ornop di negara-negara Selatan (Amerika Latin dan sekitarnya), Holloway hendak mengungkap kesulitan-kesulitan mereka dalam mencari dana untuk pengelolaan program mereka, hingga bagaimana memenej keuangan sehingga menguntungkan bagi organisasi tersebut, tidak saja secara finansial, tetapi yang lebih penting lagi dengan aset yang ada, membawa hasil optimal bagi keberlangsungan program organisasi tersebut. Diawali dengan kata pengantar dari Emil Salim, salah satu aktivis lingkungan hidup dan ekonomi dan mantan pejabat di Indonesia yang sangat vokal, Holloway membagi buku ini dalam 4 bagian, dan masing-masing bagian terdiri dari beberapa bab dan penjelasan yang cukup panjang lebar. Ketika masyarakat sipil di negara-negara miskin dan berkembang merasakan kebutuhan yang mendesak untuk berorganisasi dan bertujuan membangun kesejahteraan mereka bersama di bawah tekanan arus kapitalisme global, maka apa saja yang harus diperhatikan dalam menggali sumber-sumber daya sebagai kekuatan mereka ? Pada Bagian 1 yang diberi judul Menyiapkan Latar inilah, Holloway mengungkapkan banyak hal guna menjawab pertanyaan tersebut. Pada bab 1 di bagian ini (Gambaran Umum), Holloway memberikan deskripsi umum mengenai persoalan-persoalan OMS di negara-negara Selatan yang mengalami ketergantungan dengan lembaga donor asing ( ia menyebutnya lembaga dari Negara Utara) terutama dalam hal finansial, hingga mengalami kehilangan bentuk dan visi misinya, dengan asumsi " sumber daya, khususnya uang, tidak dinilai sebagai sesuatu yang memiliki nilai netral atau nilai bebas. Pemberian uang akan selalu disertai beban tertentu tergantung pada tempat dan budaya darimana uang itu berasal". Sebuah kritikan yang tajam di awal tulisan ini diharapkan memunculkan kesadaran bagi OMS untuk segera mengambil langkah pembenahan dan mengkaji sumber dayanya sendiri menuju kemandirian. Pada bab 2 hingga 4, Holloway memberikan panduan bagi OMS untuk melakukan capacity building sebagai persiapan awal, seperti me ngenal kelebihan dan kelemahan organisasinya, sampai pada menganalisis kemungkinan siapa saja yang bisa menjadi donatur di luar lembaga donor asing. Bila OMS sudah melakukan aktivitas ini, maka sampailah pada kegiatan riil mencari cara menggalang dana, yang oleh Holloway dijelaskan secara lebih teknis dan pragmatis pada Bagian II yang diberi titel Cara-cara Menggalang Dana. Bagian yang juga merupakan inti perbincangan dalam buku ini mengungkap banyak alternatif cara dan strategi pencarian dana (fundraising) yang aman bagi OMS dengan segala kelebihan dan kelemahannya, sehingga yang bersangkutan terhindar dari ‘cap’ kapitalisasi organisasi sosial (dan politik) yang seharusnya bebas dari kepentingan ekonomis seperti itu. Ada beberapa catatan menarik di sini, yang barangkali bisa memunculkan kontroversi di kalangan OMS dan LSM. Salah satunya adalah Holloway menyarankan agar OMS jangan takut bertindak sebagai lembaga bisnis untuk mencari pendapatan guna membiayai aktivitas program dan administrasinya (termasuk menggaji stafnya). Ini menurutnya, dimaksudkan lebih pada upaya OMS dan LSM untuk bisa melepaskan diri dari ketergantungan pada bantuan lembaga donor asing. Tetapi tentu saja bukan tanpa syarat, karena bisa mengaburkan visi dan misi OMS yang bersangkutan. Syarat yang benar-benar digarisbawahi olehnya adalah, perlu ada batasan-batasan dan aturan hukum yang sangat tegas yang harus dipatuhi oleh OMS dalam menjalankan bisnisnya –termasuk ladang bisnis apa dan yang bagaimana. Ini penting, agar OMS tidak mengalami kehilangan bentuk, visi, dan misi idealisme awalnya, terutama bagi OMS dan LSM yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan dan peningkatan ekonomi konstituennya. Contoh kasus OMS yang berbisnis–baik di negara-negara Amerika Latin dan Indonesia banyak dipaparkan di sini. Strategi dan celah perolehan dana di luar hibah donor asing yang diperkenalkan oleh Holloway ada 12 metode, di antaranya adalah pendirian yayasan lokal yang ditujukan untuk menyerap bantuan, kontribusi dari perorangan, pendirian organisasi akar rumput, dana dari pemerintah negara di mana OMS atau LSM itu berada, dunia bisnis, usaha meningkatkan dana abadi lembaga, konversi hutang, dan lain-lain. Secara detail Holloway memaparkan keuntungan, kesempatan, kendala atau kesulitan, sampai kelemahan yang vital apabila OMS dan LSM yang bersangkutan kurang hati-hati dalam menentukan kebijakan fundraising ini. Yang unik dalam pemaparan Holloway adalah, gagasannya tentang penggalangan dana melalui media yang barangkali belum pernah terpikrkan oleh lembaga sosial di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, yaitu penggunaan media internet. Ini penting menurutnya, karena di era informasi seperti sekarang ini dituntut kemauan besar lembaga untuk tetap menjalin hubungan dengan lembaga lain melalui media yang serba cepat, mampu melampaui dan menembus batas negara dan kultur, bila lembaga yang bersangkutan ingin tetap eksis dan kuat, serta dikenal oleh calon-calon nara sumber pendapatan bagi lembaga itu sendiri. Dalam hal ini, lembaga yang berani berpromosi melalui media internet juga dituntut akuntabilitas sosialnya, seperti apa saja yang telah ia lakukan sebagai OMS dan LSM di negara dan masyarakatnya. Sehingga bukan tidak mungkin, banyak sumber pendapatan dana akan datang menawarkan diri untuk menyokong secara suka rela lembaga itu. Bagian ini juga sangat penting diperhatikan oleh pengurus pemula OMS yang sedang merintis lembaganya, karena Holloway memperkenalkan histori bagaimana lembaga donor asing itu terbentuk, bagaimana mereka memperoleh dana untuk membiayai OMS di negara dunia berkembang, sampai pada alasan mengapa dunia bisnis pun mau menyumbang OMS demi ‘mengemban tanggung jawab sosial’. Dengan mengetahui seluk beluknya pengurus OMS bisa mempunyai banyak pertimbangan untuk memilih salah satu di sekian banyak alternatif fundraising yang ditawarkan. Contoh kasus OMS dan LSM yang mempunyai pengalaman fundraising berbeda-beda yang terperinci di setiap sub bab metode sangat membantu pembaca untuk memahami pemaparan Holloway. Setelah mengetahui lebih jelas mengenai alternatif strategi fundraising di luar dana hibah dari lembaga donor asing, barangkali kesulitan yang dialami oleh OMS di negara dunia berkembang adalah mengubah cara pandang mereka, dan beralih dari metode fundraising yang selama ini lazim dilakukan ke metode alternatif yang ditawarkan oleh Holloway. Ini bisa dimaklumi, karena mengubah kebiasaan itu mau tidak mau mengubah manajemen dan struktur organisasi yang bersangkutan. Prinsip dasar inilah yang akan kita tangkap pada pembahasan bagian III yang bertitel "Memutuskan Arah dan Tujuan"- Bab 16 "Langkah Berikutnya". Ketika sebuah OMS (dan LSM) berkemauan keras hendak melakukan perubahan besar dalam hal penggalangan dana -yang selama ini hampir seratus persen didapat dari donor asing– dan memilih salah satu alternatif yang memungkinkan bagi lembaganya, Holloway memberikan semacam peringatan bagi lembaga itu untuk benar-benar mempertimbang-kan segala kemungkinan, dilihat dari aspek dampak positif dan negatif setiap tipe pilihan alternatif metode fundraising. Semua tentu saja mempunyai kelemahan dan kelebihan, tetapi mana yang mungkin dilakukan oleh lembaga itu dan meminimalkan kerugian yang bisa saja terjadi di lembaga tersebut, ini penting untuk dicermati. Juga lembaga harus mempunyai pertimbangan lain di luar kondisi OMS dan LSM, seperti regulasi atau aturan hukum di negara dimana OMS berada, dan kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang sedang berkembang di lingkungannya. Bagian terakhir, yaitu bagian IV, mengungkap kasus-kasus OMS dan LSM di Indonesia. Barangkali ini bagian yang paling disukai oleh pembaca, karena selain dituliskan oleh aktivis OMS dan LSM Indonesia – Rustam Ibrahim - dengan bahasa yang lebih mudah dipahami, kecenderungan orang lebih suka membaca pengalaman yang sudah terjadi daripada teori, dan dekat dengan fenomena yang terjadi di negara sendiri. Tambahan pula kasus-kasus ini diungkapkan oleh LSM dan OMS yang terkenal di Indonesia dan dibilang cukup sukses melakukan perubahan. Sebut saja LP3ES, WALHI, Yayasan Kehati, YIS, Bina Swadaya, dan lain-lain. Masing-masing lembaga juga mengungkapkan kelemahan dan kelebihan metode fundraising yang dilakukan, dan melakukan otokritik terhadap pilihan metode tersebut. Secara global, buku ini sangat perlu untuk dibaca oleh aktivis OMS dan LSM yang bercita-cita melepas ketergantungan dengan pihak asing secara finansial maupun politis, baik yang sedang merintis maupun yang sudah berpengalaman selama berpuluh-puluh tahun, meskipun latar belakang kasus yang diambil kebanyakan yang sedang terjadi di negara-negara Selatan ( Amerika Latin dan sekitarnya). Buku ini selain bisa menjadi inspirator, juga bisa menjadi panduan praktis yang dalam beberapa hal memudahkan aktivis dalam menentukan masa depan keuangan lembaganya. Hanya saja, panduan praktis ini belum seutuhnya menjawab persoalan-persoalan pengelolaan keuangan bagi OMS dan LSM yang bergerak di tataran transformasi wacana dan ideologi, atau yang sering disebut LSM transformatif, karena mereka mempunyai idealisme tersendiri yang lebih bersifat politis dan etis dalam ruang gerak mereka. Panduan ini baru bisa menjawab persoalan LSM yang developmentalis – yayasan sosial, kesehatan, peningkatan ekonomi kaum marjinal – meski beberapa contoh kasus OMS transformatif sudah diungkapkan di sini. Penulis juga menganjurkan pembaca untuk membaca buku ini dalam bahasa aslinya – bahasa Inggris- karena terjemahan yang belum memadai untuk bisa dipahami. Atau pihak penerbit perlu melakukan revisi yang cukup banyak dalam hal bahasa penuturan penulis yang tidak tekstual, sehingga buku ini lebih enak dibaca.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/198636375941669094-2024293930007237932?l=permala.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/2024293930007237932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/198636375941669094/posts/default/2024293930007237932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://permala.blogspot.com/2007/07/adrt.html' title=''/><author><name>permala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14376919213404706894</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_KDrJnudLk8s/SrpFA6CQ2vI/AAAAAAAAAFU/01P-hl82ZHc/S220/hendrawansyahoke.gif'/></author></entry></feed>
