KAMPANYE CAWA LAMPUNG

Dewan Pimpinan Pusat Persaudaraan Masyarakat Lampung (PERMALA) mengajak  kepada masyarakat lampung untuk memberikan dukungan dalam  rangka melestarikan bahasa lampung. Dengan tema “WAJIB CAWA LAMPUNG” untuk memberikan dukungan silahkan isi formulir dibawah ini :

yang sudah memberikan dukuang bisa dilihat   DIJA

Contac person : Hendrawan Telp 0721 3522001 HP : 0812 79520001

Dimohon untuk memberikan identitas jelas, dari para pendukung akan diundang untuk memberikan langsung dukuangan kepada pemerintah daerah Lampung

 Terima kasih

Nama
Alamat
No. Telp/HP
Isi Dukungan
Photo
Email address
Verifikasi Kode
Please enter the text from the image:
[ ulangi ] [ Apa ini? ]

Showing posts with label WAWANCAN SANAK BUKECAH. Show all posts
Showing posts with label WAWANCAN SANAK BUKECAH. Show all posts

Friday, October 2, 2009

WAWANCAN ANGKAT NAMA

Wawancan ini dibackan pada saat upacara anggkat nama yaitu upacara mengangkat seorang untuk menjadi penyimbang sebagai pimpina Pekon/tiyuh. Wawancan ini dibagi menjadi 2 (dua) macam yaitu ;
1. Wawancan angkat nama Ampai, (baru menjadi kepala adat). Wawancan seperti ini dibacakan pada saat seorang diangkat menjadi kepala adapt/penyimbang yang sebelumnya bukan penyimbang.
2. wawancan angkat nama penyumuk, Angkat nama Penyumuk adalah pengangkatan seorang menjadi penyimbang karena jasanya dalam satu bidang kegiatan yang sebelumnya bukan penyimabang dan mungkin bukan orang lampung.

Kipak khani Penglabung, kemakhau wat tikhah,
tulisan mawat kejung antak ija gaoh wi,
.(http:www.permala.blogspot.com)

WAWANCAN SANAK BUKECAH

Jenis wawancan ini dibacakan pada saat upacara khitanan/ sunatan, wawancan ini juga dibaagi menjadi tiga yaitu ;
1. Sanak Bukecah Mak ngemik Pik Sanak, jika dalam upacara khitanan dibacakan wawancan tetapi tidak ada tambahan pengumuman gelar danpenggantian subang (Anting) bagi kakak atau adik wanita yang dikhitan, biasanya ini terjadi karena yang dikhitan tidak mempunyai saudara yang sekandung yang perempuan, atau naka tunggal laki-laki atau “Kalama” si anak jauh tempatnya sehingga tidak hadir dalam khitanan itu.
2. Sanak Bukecah dalih budandan, jika dalam acara khitanan tersebut di umumkan juga pengumuman gelar bagi keluarga sehibul hajat yang sudah dinikahkan tetapi belum sempat diberi gelar.
3. Sanak Bukecah dalih Buganti Subang, jika anak yang dikhitan mempunyai nakbai (saudara perempuan yang lebih tua atau adik) Perempuannya diganti subangnya oleh “Kalama” mereka, Subang itu merupakan pemberian Kelama, ( KELAMA adalah keluarga asal Ibu apabila ibu diambil Bapak atau disebut juga NYAKAK) akan tetapi jika bapak semanda maka kelama adalah Pihak bapak,

Kipak khani Penglabung, kemakhau wat tikhah,
tulisan mawat kejung antak ija gaoh wi,