KAMPANYE CAWA LAMPUNG

Dewan Pimpinan Pusat Persaudaraan Masyarakat Lampung (PERMALA) mengajak  kepada masyarakat lampung untuk memberikan dukungan dalam  rangka melestarikan bahasa lampung. Dengan tema “WAJIB CAWA LAMPUNG” untuk memberikan dukungan silahkan isi formulir dibawah ini :

yang sudah memberikan dukuang bisa dilihat   DIJA

Contac person : Hendrawan Telp 0721 3522001 HP : 0812 79520001

Dimohon untuk memberikan identitas jelas, dari para pendukung akan diundang untuk memberikan langsung dukuangan kepada pemerintah daerah Lampung

 Terima kasih

Nama
Alamat
No. Telp/HP
Isi Dukungan
Photo
Email address
Verifikasi Kode
Please enter the text from the image:
[ ulangi ] [ Apa ini? ]

Showing posts with label budaya lampung. Show all posts
Showing posts with label budaya lampung. Show all posts

Tuesday, December 15, 2015

Sejarah Kesultanan Lampung Segera Terungkap

Permala - Sejarah Kesultanan Lampung Segera Terungkap : Sejarah Lampung dalam pengertian sebagai sebuah kebudayaan sudah sering ditulis. Ada yang bercerita sembari mengunggah mitologi, ada yang membongkar aturan dan adat yang berlaku, dan tak sedikit yang menyusuri jejak dari benda-benda bersejarah juga karya-karya seni seperti sastra.

Salah satunya oleh Prof. Dr. A. Fauzi Nurdin. Dia menulis buku, Muakhi. Isinya bicara tentang nilai kebersamaan, rasa persaudaraan di antara orang Lampung, yang dipudun padukan dengan nilai-nilai agama Islam.  “Akar segala nilai dalam kebudayaan Lampung,” kata Fauzie Nurdin ketika kami berbincang di serambi rumahnya, Minggu, 18 Oktober 2015, “ada dalam Quran dan Hadits.”

Saturday, October 3, 2009

Nama-Nama Gubernur Lampung

Gubernur lampung yang pertama tahun 1964 adalah Kuno Danu Poyo , lampung telah memilik gubernur sendiri setelah memisahkan diri dari palembang sebanyak 11 periode inilah nama-nama gubernur yang sudah memimpin Provinsi Lampung

Daftar Gubernur Lampung

Wilayah Marga-marga Lampung

Marga atau disebut dengan kebuaian merupakan sebuah kerajan kerajan kecil yang sudah dari jaman dahulu menurut cerita dari para penyimbang pembagian marga-marga dilampung pertama kali di bagi oleh Umpu Bejalan di Way,pembagian marga-marga ini berdsarkan gaya bahasa dan kebiasaan masyarakat setempat

Friday, October 2, 2009

ASAL USUL ORANG LAMPUNG

Asal usul orang Lampung menurut mitologi hanya menyebut berasal dari Sekala Brak yang saat itu didiami suku bangsa Tumi. Dari catatan cerita tutur saja ada satu realitas yang sering dilupakan: Orang Lampung juga memiliki garis keturunan dari Pagaruyung. Ada dua rekonstruksi mengenai nenek moyang orang Lampung sejak kedatangan empat umpu yang datang ke Sekala Brak. Pertama,
umpu-umpu ini mengalahkan suku bangsa Tumi dan menguasai Sekala Brak. Bila tesis ini benar, berarti empat umpu yang datang memimpin wilayah dan yang menurunkan orang Lampung adalah umpu-umpu dari Pagaruyung. Kedua, umpu yang datang hanya singgah, dan mengajak sebagian warga Sekala Brak melakukan migrasi sehingga nenek moyang orang Lampung berasal dari Sekala Brak dan Pagaruyung.

Rekonstruksi migrasi dari Pagaruyung ini menarik untuk didiskusikan karena beberapa sebab. Selain bersumber dari tambo, adakah alasan pembenar lain yang menguatkan kemungkinan kedatangan umpu dari Pagaruyung. Alasan pembenar ini dapat berupa analisis konteks terhadap pengaruh budaya Pagaruyung terhadap kebudayaan Lampung saat ini. Bila migrasi dilakukan antara abad XV atau XVI, Pagaruyung kuat dugaan telah memeluk Islam. Islam mewarnai kehidupan sosial masyarakat Pagaruyung sehingga kita mengenal istilah: Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Masyarakat Lampung juga paralel dengan masyarakat Pagaruyung adalah pemeluk agama Islam yang taat. Kuntara Raja Niti, kitab (hukum) adat Lampung juga banyak memuat kodifikasi yang dipengaruhi hukum agama Islam.

Namun, bila kita bandingkan dengan sistem kekerabatan yang dianut masyarakat Lampung, terlihat perbedaan yang mencolok. Masyarakat Pagaruyung dikenal luas sebagai masyarakat dengan tradisi kekerabatan yang bersifat matrilineal, berbeda dengan sebagian besar kebudayaan Indonesia, termasuk Lampung yang menganut sistem patrilineal. Bila Umpu Sekala Brak berasal dari Pagaruyung, tentunya akan memengaruhi sistem kebudayaan masyarakat Lampung juga, termasuk sistem kekerabatannya

WAWACAN.

Nabikpun Sumbah Kususun Jama Unyin Pakhwatin, induh kham, induh hulun penyimbang unyin batin. Saya haga nulis cutik katiwangka ni wawancan…..
Menukhut asal katane Wawancan singkatan anjak kalimat “CAWA NUTUK CANANG” cak disebut khena kakhena setiap haga ngabacane di henai penambuhan CANANG, canang sina lain di tabuh di awal ngebaca melaikon di setiap ujung kalimat contohne “PUUUN” khen di ujung sebagai penutup atau tanda selesai.

Wawancan sinji biasa ne tibaca kapan ya wat Penayuhan, isine Pelajakhan adok-adok, si ngabaca ne di sebut PANCALANG, sedangkan canang biasane di tabuh jama Hulubalang.

Adapun isi ne wawancan dapok disimpulkon menjadi ;
1. Salam sembah Pembuka.
2. Nyampaikon Silsilah atawa Khiwayat Khukhek.
3. Pengebakhan Adok
4. Ijah tawai ne Si tuha.

Menukhut kegunaane wawancan dapok ti bagi menjadi 3 (telu) yakdo ;
1. Wawancan Ngpubetik Sanak
2. Wawancan Sanak Bukecah
3. Wawancan Angkat nama.

Kipak khani Penglabung, kemakhau wat tikhah, tulisan mawat kejung antak ija gaoh wi,
Batang akhi kekhing way mak mahili lagi, batu bela ngagakhiling tulisan sai bakhih lagi sikindua susun. Puakhi…….

SASTRA LAMPUNG

Bicara sastra Lampung pada dasarnya tidak banyak ragamnya perbedaannya hanya terletak pada lagu, Isi, Tujuan dari dari daerah asal sastra itu, oleh karena itu saya bisa katakana bahwa sastra Lampung merupakan suatu ungkapan Batin dari si pencipta, sastra lampung sama halnya dengan sastra Indonesia yang terbagi dari Liris dan Puisi, sedangkan bentuk Prosanya dalam sastra lampung menurut Raja Perbasa Adalah Wawakhan.
Bentuk Prosa Liris disajikan dalam bentuk karangan prosa atau karangan bersajak, yang penyampaiannya menggunakan lagu tertentu yang mengundang emosii audien (pendengar), sedangkan bentuk puisi bersajak mempunyai irama tertentu dalam penyampaiannya sehingga pendengar terbuai hanyut dalam kesedihan atau kegembiraan, bentuk puisi ini dapat dibagi menjadi dua bagian berdasarkan jumlah bait dari setiap bentuk puisi, yaitu ;
1. Berbait tunggal, puisi ini paling banyak 4 baris, yang termasuk dalam berbait tunggal adalah ; 1, Segata, 2. Adi-adi 3. Tatundin, 4. Seganing/Tateduhan, 5. Sasikun.
2. Berbait Ganda, bait pada segata ini baitnya tidak terbatas atau tidak ada ketentuan jumlahnya, alias Sagata Tijang. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah ; Wawancan/Butetah, Bandung/Wayak, Papancokhan, Hahiwang, Talibun, Pisaan, Ringget, Ngadio, Ngakhantau, Pantun Klasik, Pantun Karenceng, Pantun sanak Ganta.

Sifat-sifat Orang Lampung

Menurut Kitab Kuntara Raja Niti

1. Pi'il Pesenggikhi
Malu melakukan pekerjaan hina menurut agama serta memiliki harga diri . Segala sesuatu yang menyangkut harga diri, prilaku dan sikap hidup yang dapat menjaga dan menegakkan nama baik dan martabat secara pribadi maupun kelompok yang senantiasa dipertahan

2. Sakai Sambaian
Gotong Royong, Tolong-menolong, bahu membahu, dan saling memberi sesuatu yang diperlukan bagi pihak lain.

3.Nemui Nyimah
Saling mengunjungi untuk bersilaturahmi serta ramah menerima tamu. Bermurah hati dan ramah tamah terhadap semua pihak baik terhadap orang dalam kelompoknya maupun terhadap siapa saja yang berhubungan dengan dengan masyarakat lampung

4.Nengah Nyampukh
Tata pergaulan masyarakat Lampung dengan kesediaan membuka diri dalam pergaulan masyarakat umum dan pengetahuan luas.

5.Bejuluk Adok
Tata ketentuan pokok yang selalu diikuti dan diwariskan turun temurun dari zaman dahulu. Mempunyai kepribadian sesuai dengan gelar adat yang disandangnya.

Wednesday, September 23, 2009

WAJIB CAWA LAMPUNG

Pengembangan kemampuan berbahasa lampung dikalangan masyarakat lampung PERLU mendapatkan dukungan dari pemerintah., Dukungan yang dimaksud berupa kebijakan atau regulasi yang mewajibkan masyarakat untuk berbahasa lampung (CAWA LAMPUN) dalam kegiatan sehari-hari termasuk di Dinas maupun instansi pemerintah serta di sekolah sekolah yang ada di provinsi lampung, untuk mewajibkan CAWA LAMPUNG (berbahasa lampung)
Persaudaraan Masyarakat Lampung menghimbau kepada masyarakat untuk memberikan dukuangan kepada pemerintah provinsi lampung khususnya untuk segera mengeluarkan peraturan WAJIB CAWA LAMPUNG ( berbahasa Lampung.)

Sesuai dari Visi dan Misi PERMALA (Persaudaraan masyarakat Lampung), adalah Melestarikan Budaya lampung serta menyatukan segenap komponen masyarakat yang ada di provinisi lampung untuk bersinergi untuk membangun provinsi lampung.

Dalam rangka mewujudkan hal diatas Dewan pimpinan Pusat Persaudaraan masyarakat lampung (PERMALA)mengajak kepada masyarakat lampung untuk memberikan dukungan dalam rangka melestarikan bahasa lampung. Dengan tema “WAJIB CAWA LAMPUNG”

PERMALA sudah menyiapkan formulir dukungan yang nantinya akan di serahakan kepada pemerintah provinsi lampung, melelui gubernur Lampung dengan target dukungan 1000 dukungan, Formulir dukungan saudara dapat isi di atas :

Tuesday, September 22, 2009

Lampung Indonesia MINI

Kebudayaan lampung sebetulnya sejalan dengan agama Islam, sehingga tidak ada alasan untuk membangun image buruk tentang masyarakat Lampung. Kesesuaian dengan nilai-nilai agama itu bisa dilihat dalam hal menerima tamu, yang representasinya para pendatang di Lampung, sehingga Provinsi Lampung lebih dikenal sebagai “Indonesia Mini”. Artinya, keanekaragaman kultural yang ada di Lampung terjadi karena penerimaan masyarakat Lampung terhadap para pendatang
Sebenarnya masyarakat Lampung sudah biasa menerima pendatang yang dianggap sebagai orang Lampung, asalkan mengikuti hukum adat yang berlaku. Dengan hubungan yang baik antara masyarakat pendatang dengan masyarakat asli --termasuk untuk menumpang berladang di dalam salah satu marga Lampung-- membuat wilayah bersangkutan menjadi berkembang, sehingga menjadi kampung atau sukuh (tiuh) baru sebagai bagian dari marga Lampung yang telah ada," (Yoshie Peneliti dari Jepang)
Untuk mengenal lebih dekan masyarakat lampung kita harus mengerti sifat-sifat atau filsafat masyarakat Ulun lampung, sehingga tidak ada image negatif yang timbul. Kita harus sadar bahwa hidup di lampung, berpenghasilan di lampung, beranak pinak dilampung, adalah menjadi masyarakat lampung yang mempunyai akar kelampungan.

TINGKATAN BAHASA LAMPUNG

Bicara tingkatan bahasa, sama halnya dengan bahasa Indonesia, tidak seperti halnya dengan Bahasa Jawa, Bahasa lampung tidak dipakai bahasa tinggi dan bahasa rendah, akan tetapi dalam acara-acara adat, kerapatan adat, atau terhadap orang yang lebih muda terhadap orang yang lebih tua, dipakai untuk bicara sopan atau hormat, diantara kata-kata yang sering dipakai dalam kerapatan adat antara lain :
Kata NYAK/SAYA----diganti dengan kata ----Sikam/ikam/hikam/Sikindua,
Sedangkan bahasa terhadap orang yang dihormati----Pusikam/Pusekam/sekam/ikam/tuan.
Untuk yang sejajar atau antara menantu terhadap menantu diakai ---Kuti/Meti/ --ANDA. Kata Niku/nikuw dipakai untuk yang lebih tua terhadap yang lebih muda.

Tingkatan bahasa tersebut biasanya dipakai berbicara di tengah-tengah khayalak terhormat, biasanya dalam pengantar acara(Penglaku/Pematu), yaitu pengantar acara menyampaikan keputusan adat, contohnya seperti ini, sang pembawa acara berbicara ;
Payu Pun kilu mahap jama puserompok, kantu wat cawa sai salah susun sikam haga ngeni pandai…………….
Maksudnya;’Baiklah tuan mohon maaf dengan tuan-tuan sekalian jika ada kata yang salah susun, kami ingin memberi tahu….

Dari kalimat tersebut dipakai sebutan Pun yang berarti Tuan, baik untuk seseorang maupun orang banyak. Kata Puserompok / Kuti Rompok/metei gepek, untuk menyatakan tuan-tuan terhormat, kata-kata tersebut hany dipakai dalam acara adat.(hendrawan—way5)

Adok Atau Gelar Masyarakat Lampung

Adok atau Gelar merupakan suatu bagian dari budaya, tulisan in terinspirasi dari rekan-rekan bloger yang mencintai serta memiliki penghargaan yang tinggi terhadap budaya lampung, tetapi sedikit kemauan untuk mempelajari dan memahami seni dan kebudayaan lampung, untuk itu saya coba memberikan sedikit pengetahuan saya seputar gelar/adok jelma lampung(orang Lampung) hal ini Sesuai dengan pandangan hidup masyarakat lampung yang terkenal ;
a. PIIL PESANGGIKHI ------Harga Diri
b. BUADOK BUJULUK------ ( Wat Adok Wat Gelakh)---- Punya gelar disamping nama.
c. NENGAH NYAPUR ------- ( Tatengah Tatanggah) ---- Senang Bergaul
d. NEMUI NYIMAH---------- (Pudak Waya Kicik Simah) ---- Selalu riang menghadapi Tamu.
e. SAKAY SAMBAYAN ----- (Khopkhama Delom Khaja)----Gotong Royong.

Maka pemberian adok/gelar bagi Pria dan wanita yang sudah berkeluarga merupakan kewajiban bagi adat Lampung, dalam pemberian adok tersebut secara garis besar di bagi dua ;
a. ADOK NGUKHA yaitu gelar/adok yang diberikan pada saat seorang dinikahkan sampai ia mengunduh Menantu perempuan yang pertama.
b. ADOK TUHA yaitu gelar yang diberikan kepada seorang yang telah mengunduh menantu perempuan yang pertama, gelar ini hanya pengganti gelar /adok ngukha.

Tingkatan dalam masyarakat lampung dibagi 2 macam yaitu Bangsawan dan Khakhayakhan.
Bangsawan di bagi menjadi ; Bangsawan Tinggi, Menengah, Rendah, dari tingkatan itu mempunyai adok sesuai dengan tingkatan baik pria maupun wanitanya.

Saya akan memberikan sedikit contoh adok dan urutannya.
BANGSAWAN
*. Bangsawan Tinggi
Pria /Khagah ---------------------- Wanita/Bebay.
Sutan --------------------------------- Ratu Agung.
Pangikhan/pangeran ---------------- Ratu
Dalom -------------------------------- Batin.
Dalom Pangikhan ------------------ Batin Ratu.
Batin --------------------------------- Batin.

*. Bangsawan Menengah.
Pria /Khagah ---------------------- Wanita/Bebay.
Khaja / Raja ------------------------- Khadin/Radin.
Khadin / Raden --------------------- Khadin/Radin/Minak.
Minak -------------------------------- Enton.

*. Bangsawan rendah.
Pria /Khagah ---------------------- Wanita/Bebay.
Kimmas ------------------------------ Mas
Mas ----------------------------------- ma Ayu

KHAKHAYAKHAN
Pria /Khagah ---------------------- Wanita/Bebay.
Mentekhi / Jaga ---------------------- adi/ayi/
Cahaya /pukhba---------------------- khayi/sinji/
Jimpang/Layang -------------------- Pancalang/Malilia.
Bunga Muda ------------------------- Dayang/sinag/bunga.

Masih banyak adok/gelar yang dipakai orang lampung diantaranya ada jenis adok Pangkhebu/Lalabokh yaitu adok khakhayakan yang tidak kelomok diatas. Dari adok seseorang, orang lain dapat mengenal kedudukan/jabatan/tugas seseoraang. Sedikit tulisan ini bisa menambah kecintaan kita terhadap seni khek adapt lampung.

DILARANG COPY PASTE jika ingin mempublikasikan artikel ini harap meyertakan SUMBER pakar Lampung