KAMPANYE CAWA LAMPUNG

Dewan Pimpinan Pusat Persaudaraan Masyarakat Lampung (PERMALA) mengajak  kepada masyarakat lampung untuk memberikan dukungan dalam  rangka melestarikan bahasa lampung. Dengan tema “WAJIB CAWA LAMPUNG” untuk memberikan dukungan silahkan isi formulir dibawah ini :

yang sudah memberikan dukuang bisa dilihat   DIJA

Contac person : Hendrawan Telp 0721 3522001 HP : 0812 79520001

Dimohon untuk memberikan identitas jelas, dari para pendukung akan diundang untuk memberikan langsung dukuangan kepada pemerintah daerah Lampung

 Terima kasih

Nama
Alamat
No. Telp/HP
Isi Dukungan
Photo
Email address
Verifikasi Kode
Please enter the text from the image:
[ ulangi ] [ Apa ini? ]

Showing posts with label sastra lampung. Show all posts
Showing posts with label sastra lampung. Show all posts

Friday, October 2, 2009

WAWANCAN NGEPUBETIK SANAK

Pada tulisan terdahulu kita sudah mencoba memberikan sedikit gambaran mengenai wawancan, nah pada tulisan ini kita akan mencoba mengulas lebih jauh mengenenai wawancan, pada tulisan tedahulu kita sudah membagi wawancan menjadi 3 bagian menurut kegunaannya, yaitu
Wawancan Ngpubetik Sanak , Wawancan Sanak Bukecah, Wawancan Angkat nama, sekarang kita akan mencoba membicarakan tentang Wawancan Ngepubetik Sanak, wawancan ini dilakukan pada saat upacara pernikahan , wawancan ini juga terbagi menjadi 3 yaitu ;
1. Wawancan Ngepubetik Sanak tutukan Pekon, Jika yang melakukan pernikahan anak dari kepala adapt Tiyuh atau kepala adapt marga.
2. Wawancan Ngepubetik Sanak Tutukan Memuakhian, jika yang melakukan pernikahan anak tertua laki-laki dalam satu keluarga atau anak tertua dari pimpina bagian suku dari satu penyimbang.
3. Wawancan Ngepubetik Sanak sanak, jika yang melakukan pernikahan bukan anak tua laki-laki, walaupun ana tertua laki-laki tetapi bukan keturunan bangsawan.

Kipak khani Penglabung, kemakhau wat tikhah,
tulisan mawat kejung antak ija gaoh wi,

WAWACAN.

Nabikpun Sumbah Kususun Jama Unyin Pakhwatin, induh kham, induh hulun penyimbang unyin batin. Saya haga nulis cutik katiwangka ni wawancan…..
Menukhut asal katane Wawancan singkatan anjak kalimat “CAWA NUTUK CANANG” cak disebut khena kakhena setiap haga ngabacane di henai penambuhan CANANG, canang sina lain di tabuh di awal ngebaca melaikon di setiap ujung kalimat contohne “PUUUN” khen di ujung sebagai penutup atau tanda selesai.

Wawancan sinji biasa ne tibaca kapan ya wat Penayuhan, isine Pelajakhan adok-adok, si ngabaca ne di sebut PANCALANG, sedangkan canang biasane di tabuh jama Hulubalang.

Adapun isi ne wawancan dapok disimpulkon menjadi ;
1. Salam sembah Pembuka.
2. Nyampaikon Silsilah atawa Khiwayat Khukhek.
3. Pengebakhan Adok
4. Ijah tawai ne Si tuha.

Menukhut kegunaane wawancan dapok ti bagi menjadi 3 (telu) yakdo ;
1. Wawancan Ngpubetik Sanak
2. Wawancan Sanak Bukecah
3. Wawancan Angkat nama.

Kipak khani Penglabung, kemakhau wat tikhah, tulisan mawat kejung antak ija gaoh wi,
Batang akhi kekhing way mak mahili lagi, batu bela ngagakhiling tulisan sai bakhih lagi sikindua susun. Puakhi…….

SASTRA LAMPUNG

Bicara sastra Lampung pada dasarnya tidak banyak ragamnya perbedaannya hanya terletak pada lagu, Isi, Tujuan dari dari daerah asal sastra itu, oleh karena itu saya bisa katakana bahwa sastra Lampung merupakan suatu ungkapan Batin dari si pencipta, sastra lampung sama halnya dengan sastra Indonesia yang terbagi dari Liris dan Puisi, sedangkan bentuk Prosanya dalam sastra lampung menurut Raja Perbasa Adalah Wawakhan.
Bentuk Prosa Liris disajikan dalam bentuk karangan prosa atau karangan bersajak, yang penyampaiannya menggunakan lagu tertentu yang mengundang emosii audien (pendengar), sedangkan bentuk puisi bersajak mempunyai irama tertentu dalam penyampaiannya sehingga pendengar terbuai hanyut dalam kesedihan atau kegembiraan, bentuk puisi ini dapat dibagi menjadi dua bagian berdasarkan jumlah bait dari setiap bentuk puisi, yaitu ;
1. Berbait tunggal, puisi ini paling banyak 4 baris, yang termasuk dalam berbait tunggal adalah ; 1, Segata, 2. Adi-adi 3. Tatundin, 4. Seganing/Tateduhan, 5. Sasikun.
2. Berbait Ganda, bait pada segata ini baitnya tidak terbatas atau tidak ada ketentuan jumlahnya, alias Sagata Tijang. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah ; Wawancan/Butetah, Bandung/Wayak, Papancokhan, Hahiwang, Talibun, Pisaan, Ringget, Ngadio, Ngakhantau, Pantun Klasik, Pantun Karenceng, Pantun sanak Ganta.

Sifat-sifat Orang Lampung

Menurut Kitab Kuntara Raja Niti

1. Pi'il Pesenggikhi
Malu melakukan pekerjaan hina menurut agama serta memiliki harga diri . Segala sesuatu yang menyangkut harga diri, prilaku dan sikap hidup yang dapat menjaga dan menegakkan nama baik dan martabat secara pribadi maupun kelompok yang senantiasa dipertahan

2. Sakai Sambaian
Gotong Royong, Tolong-menolong, bahu membahu, dan saling memberi sesuatu yang diperlukan bagi pihak lain.

3.Nemui Nyimah
Saling mengunjungi untuk bersilaturahmi serta ramah menerima tamu. Bermurah hati dan ramah tamah terhadap semua pihak baik terhadap orang dalam kelompoknya maupun terhadap siapa saja yang berhubungan dengan dengan masyarakat lampung

4.Nengah Nyampukh
Tata pergaulan masyarakat Lampung dengan kesediaan membuka diri dalam pergaulan masyarakat umum dan pengetahuan luas.

5.Bejuluk Adok
Tata ketentuan pokok yang selalu diikuti dan diwariskan turun temurun dari zaman dahulu. Mempunyai kepribadian sesuai dengan gelar adat yang disandangnya.